Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Senin, 02 Feb 2015 - 17:51:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Aset Kekayaan Negara Tak Jelas, Komisi II DPR Geram‎ ‎

37Rambe Kamarulzaman (mulkan).jpg
Rambe Kamarulzaman (Sumber foto : Mulkan Salmun/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Belum adanya kejelasan terkait aset kekayaan yang dimiliki negara membuat Komisi II DPR geram. Komisi itu pun meminta Kementerian Sekretariat Negara memastikan data kepemilikan itu.

"Kami meminta Kementerian Sekretariat Negara segera menyelesaikan permasalahan aset negara yang dikelola kementerian tersebut," kata Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarulzaman di ruang rapat Komisi II di gedung Kura-kura DPR RI, Jakarta, Senin (2/2/2015).

‎Rambe memperingatkan, jika data aset itu tidak segera diselesaikan, maka pendapatan negara tidak akan pernah optimal. Ia pun meminta pihak terkait melakukan koordinasi guna membahas penyelesaian persoalan aset negara.

"Kami meminta Kementerian Sekretariat Negara berkoordinasi dengan Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Perlu pembicaraan tersendiri sampai terbentuknya perundang-undangan tentang aset negara," ungkapnya.(yn)

tag: #DPR  #Setneg  #Rambe Kamarulzaman  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...