Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Senin, 16 Mar 2015 - 16:15:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Polri Diminta Tiru Gaya Kepemimpinan Jenderal Hoegeng

47Romo Benny (hatim).jpg
Romo Benny Susatyo dalam diskusi bertema "Pernyataan Sikap Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Reformasi Kepolisian Satu Keharusan: Antara Kasus Begal dan Kriminalisasi Aktivis" di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015). (Sumber foto : Ahmad Hatim Benarfa/TeropongSenayan)

‎JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rohaniawan Romo Benny Susatyo menyinggung adanya kemerosotan mental dalam institusi kepolisian saat ini. Dalam hal itu, ia‎ mengutip guyonan Presiden RI ke-4 Abdurrahamn Wahid atau Gus Dur tentang tiga polisi jujur ‎yakni polisi tidur, patung polisi dan polisi Hoegeng (mantan Kapolri yang terkenal kejujurannya, Jenderal Hoegeng Imam Santoso).

Benny mengatakan, pihak kepolisian harus berbenah dengan belajar pada kebijaksanaan Jenderal Hoegeng.‎ Jenderal Hoegeng, ucapnya, adalah sosok polisi yang memiliki jiwa pelayanan dan keberpihakan terhadap rakyat.

"Beliau benar-benar menunjukkan sebagai polisi yang melayani masyarakat. Polisi yang tidak tunduk pada kekuasaan. Bagaimana ‎dia berani melepaskan jabatannya, ketika kekuasaan berbeda kepentingannya dengan masyarakat," ujar Benny dalam diskusi bertema "Pernyataan Sikap Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Reformasi Kepolisian Satu Keharusan: Antara Kasus Begal dan Kriminalisasi Aktivis" di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015).

Benny mengungkapkan Jenderal Hoegeng memiliki kemerdekaan dalam melakukan pembelaan terhadap masyarakat. Sebab, Jenderal Hoegeng mampu menjaga jarak dengan para pemilik modal kapitalis.

"Saat Hoegeng ketika bertugas di Polda Medan. Sebagai kepala (polisi), Pak Hoegeng menolak fasilitas. Bagi pak Hoegeng polisi harus menjaga jarak dari kepentingan ilegal. Dengan begitu, maka pak Hoegeng ditakuti dan dihormati," ujarnya.

Oleh karena itu, sarannya, polisi saat ini harus menerapkan pola kepemimpinan Hoegeng agar mendapatkan kepercayaan publik.

"Namun kalau polisi bermain politik, secara otomatis akan menjauhkan dirinya dari publik. Sehingga akan semakin sulit mendapatkan kepercayaan dari publik," ungkapnya.(yn)

tag: #Polri  #Hoegeng  #Jenderal Hoegeng  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...