Opini
Oleh Djoko Edhi Abdurrahman (Anggota Komisi III DPR 2004-2009, Wasek LPBHNU, PBNU) pada hari Selasa, 09 Jan 2018 - 14:08:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Selamatkan Hasil Korupsi, Thaksin Shinawatra Juga Ceraikan Istrinya

6SAVE_20160822_125409.jpg
Djoko Edhi Abdurrahman (Anggota Komisi III DPR 2004-2009, Wasek LPBHNU, PBNU). (Sumber foto : Ilustrasi oleh Kuat Santoso )

Veronica Tan adalah ketua di Yayasan RS Sumber Waras (RS SW). Karenanya ia terlibat korupsi RS SW. Oleh KPK proses hukumnya dihentikan karena tak menemukan niat jahat (mens rhea). Padahal, pembayaran dilakukan manual pada tanggal 31 Desember 2015. Tak ada pembayaran manual oleh pemerintah di mana pun, dan wajib pakai termijn. Itu mens rhea (niat jahat). Dibayar oleh Ahok langsung ke Kartini, pihak yayasan RS SW.

Setahun lebih mencari mens rhea tak ketemu jadi lelucon nasional. Mens rhea jadi trending topik selama setahun. KPK pun jatuh pamornya ke titik nadir. Ketahuan banget dusta sandiwaranya. Dan juga bersebab, dua kali kerugian itu diaudit BPK. Tak mungkin salah. Mencari mens rhea itu bukan di pikiran atau perasaan. Melainkan di actus rheus. Actus = acting = tindakan= delik, seperti pembayaran langsung manual itu. Rheus = rhea = jahat. KPK nyarinya di pikiran dan perasaan Ahok, ya gak ketemu. Bego dramaturginya.

Sekarang Anies Sandi bikin KPK Pemda DKI, jelas RS SW itu jadi target. KPK tak bisa lagi menjawab "tak ketemu mens rhea".

Veronica Tan bakal masuk bui. Sandi sudah berkoar agar RS SW itu mengembalikan uang kelebihan Rp 191 miliar itu.

Maka lekas-lekas jejak Veronica dihapus via gugat cerai, seperti modus Thaksin Shinawatra menceraikan isterinya untuk menyelamatkan harta yang diperolehnya dari korupsi.

Karena yang gugat Ahok, maka Veronica berhak 90% harta mereka, termasuk di situ, duit korupsi RS SW, duit Tanah Cengkareng lebih Rp 600 miliar, duit sisa setoran dari Reklamasi yang Rp 1,6 triliun, dan banyak lagi. Waow, kaya sekali Ahok. Habis itu Veronica pindah ke luar negeri untuk simpan harta. Jadi, KPK pun tak berdaya, seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Kali ini bukan mens rhea yang tak ketemu, melainkan Asset in Rem yang tak ketemu. Canggih!(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Opini Lainnya
Opini

ARTIFICIAL INTELLIGENCE DORONG TAFSIR AGAMA PRO- HAK ASASI

Oleh Goldy Arsyi | Junior Journalist.
pada hari Rabu, 23 Apr 2025
JAKARTA, 22 April 2025 “Tafsir agama yang direkomendasikan AI cenderung pro-hak asasi.   Itu karena AI difilter oleh para pengembangnya agar berdiri di atas nilai-nilai etika ...
Opini

SPIRITUALITAS ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE MASUK KAMPUS

Jakarta, 23 April 2025. Dalam semangat membangun peradaban baru berbasis spiritualitas lintas agama dan teknologi cerdas, sebanyak 25 dosen dari 9 kampus ternama di Indonesia berkumpul dalam ...