Berita
Oleh ferdiansyah pada hari Selasa, 06 Feb 2018 - 16:12:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Jalan Kropos, Kawasan Puncak Ditutup 10 Hari

12kawasanpuncak.jpg
Kawasan Puncak Bogor (Sumber foto : ist)

BOGOR (TEROPONGSENAYAN)--Direktorat Jenderal Perhubungan Jalan (Hubdat) Kementerian Perhubungan menyiapkan peraturan menteri sebagai payung hukum untuk penutupan jalur Puncak selama 10 hari kedepan.

"Larangan ini berlaku dari Gunung Mas sampai Ciloto, Cianjur berlaku dua arah, untuk semua kendaraan," kata Ditjen Hubdat Budi Setyadi, di Puncak, Selasa (6/2/2018).

Budi mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan serapan informasi di lapangan dari berbagai pihak mulai dari Polres Bogor, BPBD, Badan Geologi, Kementerian ESDM terkait kondisi Puncak saat ini.

Inti dari informasi tersebut untuk penanganan longsor Puncak sampai dengan Cianjur disepakati 10 hari khususnya untuk penanganan di jalur Puncak, Bogor.

Sedangkan untuk jalur Ciloto, Cianjur kemungkinan akan memakan waktu lebih lama karena membutuhkan peralatan geologi.

"Karena informasinya di bawah jalan ini ada keropos. Jadi mulai hari ini (Selasa-red) sampai dengan 10 hari kedepan jalur Puncak, Bogor mulai dari Gunung Mas tidak bisa dilalui sama sekali," katanya.

Ia mengatakan selama 10 hari penutupan tersebut pihaknya akan meninjau upaya penanganan longsor, sembari memantau penanganan longsor di Cianjur yang akan memakan waktu lebih lama dari penutupan Puncak, Bogor.

Penutupan jalur Puncak, Bogor berlaku untuk semua kendaraan, termasuk angkutan umum. Kendaraan hanya bisa melintas sampai dengan Cisarua. Bagi warga yang ingin ke Puncak disarankan menggunakan roda dua.

"Untuk sepeda motor ada deksresi dari kepolisian masih memungkinkan menggunakan jalan ini," katanya.

Kendaraan yang menuju Puncak dapat menggunakan jalur alternatif Sukabumi, begitu pula sebaliknya dari Cianjur, atau menggunakan jalur Gunung Putri, Jonggol, melintasi jembatan Cipamingkis.

Langkah selanjutnya setelah disepakati penutupan Puncak, Bogor selama 10 hari, Ditjen Hubdat menyiapkan payung hukum berupa peraturan menteri yang akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Menteri Kemaritiman dan Menteri Perhubungan. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7/2017 terkait kebijakan yang berimplikasi luas harus berkoordinasi dengan kementerian terkait.(plt)

tag: #longsor  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...