Berita
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 21 Feb 2018 - 12:15:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Panggil Paksa Setiap Orang, DPR Klaim Itu Usulan Pemerintah

78ketua-badan-legislasi-baleg-dpr-ri-supratman-andi-agta_20161117_114229.jpg
Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas. (Sumber foto : dok istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pasal 73 dalam revisi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau UU MD3 yang baru disahkan menjadi undang-undang oleh DPR, menjadi salah satu pasal yang kontroversial.

Pasal tersebut mengatur kewenangan DPR bisa memanggil paksa setiap orang, untuk diperiksa melalui permintaan tertulis kepada Kapolri.

Ketua Badan Legislasi DPR, Supratman Andi Agtas menegaskan, revisi UU MD3 merupakan inisiatif DPR mengklaim dari susunan draft awal yang dibuat panja DPR, terkait pasal pemanggilan paksa, yang sebenarnya bukan mengarah pada 'setiap orang', tetapi hanya terbatas pada 'pejabat negara' atau 'pejabat pemerintahan'.

Namun, menurutnya, ada masukan dari pemerintah untuk mengubah frasa dari semula hanya 'pejabat negara' atau 'pejabat pemerintah', diganti menjadi 'setiap orang'.

"Kalau maunya pemerintah seperti itu, ya sudah. Kita maunya bukan 'semua orang', tetapi hanya yang bisa membuat kebijakan," kata Supratman, Selasa (20/2/2018) malam.

Ia mengakui, ketika ada usulan perubahan frasa 'setiap orang' bisa dipanggil paksa DPR, itu tidak ada sanggahan dari fraksi-fraksi di DPR dan pemerintah. Sehingga, dalam revisi UU MD3 yang disepakati dewan, pemanggilan paksa itu meliputi 'setiap orang'. "Ya itulah adanya," ujarnya.

Supratman mengatakan, ada ruang konsultasi publik terkait pembahasan RUU MD3 tidak terbuka lebar, sehingga muncul pasal-pasal kontroversi. Kendati demikian, politikus Partai Gerindra itu menekankan bahwa dewan semula berpikir pasal-pasal yang ada tidak ada yang baru.

"Tapi soal mekanisme tadi, masuk prolegnas, persetujuan pemerintah dan DPR, itu sudah kita lalui semua," tambahnya. (aim)

tag: #dpd  #dpr  #mpr  #revisi-uu-md3  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...