Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Rabu, 15 Apr 2015 - 22:15:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat Ini Bilang, Pidato Megawati Blunder Politik

7Gun Gun Heryanto.jpeg
Pengamat Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto (Sumber foto : @goenheryanto)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat Komunikasi Politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto menilai pidato Ketua Umum PDIP Megawati pada Kongres PDIP ke-4 di Bali beberapa waktu lalu yang menyinggung "penumpang gelap" di pemerintahan Jokowi merupakan blunder politik.

"Pidato Mega itu blunder politik. Karena, pasti jadi titik episentrum pemerintahan Jokowi," ujar Gun Gun di Komplek Parlemen Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Menurut Gun Gun, kehadiran Jokowi di Kongres PDIP bukan semata-mata mempresentasikan individu atau pun kader partai, tetapi ada simbol kenegaraan yang selalu melekat pada Jokowi ke mana pun dia pergi.

Ketika Jokowi hadir, dan sama sekali tidak di beri ruang untuk mengekspresikan sepatah dua patah kata, menurut saya itu suatu hal yang keliru dilakukan Megawati dalam mengelola 'front stage' dan'back stage'. Harusnya beri apresiasi pada Jokowi, karena publik melihat sosok yang berkuasa (presiden) itu tadi," kata Gun Gun. (al)

tag: #pidato Megawati  #blunder politik  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...