Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 01 Okt 2018 - 09:51:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Neno Warisman Dianugerahi Gelar Laksamana Muda

76Neno-warisman.jpg.jpg
Neno Warisman (Sumber foto : Istimewa)

ACEH BESAR (TEROPONGSENAYAN)--Neno Warisman dianugerahi gelar kehormatan Laksamana Muda oleh pewaris Kerajaan Po Teumeurhom, Aceh Jaya, Tuanku Raja Saifullah Alalidin Riayat Syah.

Gelar kehormatan tersebut diberikan kepada Neno Warisman pada acara silaturahmi dan Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Gedung Hj. Yusran Lampeuneurut, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu (30/9/2018).

"Sosok Bunda Neno Warisman selama ini terlihat lantang mengkritik ketidakadilan di negeri ini dan gelar Laksamana Muda patut disandang Bunda (Neno Warismas)," kata Tuanku Raja Saifullah Alalidin Riayat Syiah usai memberikan anugerah tersebut.

Saat pemberian anugerah Laksamana Muda itu Neno Warisman dipakaikan selendang warna tembaga dan diberikan rencong khas Aceh.

Dalam orasinya mengatakan bahwa kebenaran dan keadilan sudah ditanamkan dalam diri oleh orang tuanya sejak dahulu dan sekarang ketidakadilan harus terus disuarakan demi kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya bersama rakyat yang selama ini tidak mendapatkan keadilan dan saya di sini ingin menyuarakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Warisman.

Jika kebenaran telah datang, kata Neno Warisman, kebatilan mati lenyap. Hal itu sudah pasti janji Allah Swt.

Menurut dia, Ibu Kota Jakarta yang terlihat hebat sebenarnya masih didominasi orang-orang miskin. Dia bersama Relawan 2019 Ganti Presiden berkomitmen memperjuangkan hak-hak rakyat banyak.

"Orang-orang miskin masih sangat dominan di Jakarta dan kondisi ini sungguh memprihatinkan. Ke mana para pemimpin selama ini?" tanya Bunda Neno.

Saat ditanya gelar Laksanakan Muda Neno mengaku bahwa gelar tersebut belum pantas dirinya sandang karena perjuangan para pahlawan Aceh jauh lebih besar dengan apa yang dia lakukan.

"Saya merasa tidak pantas menyandang gelar ini. Kendati demikian, saya akan terus menyuarakan kebenaran hingga ajal tiba," tutur wanita yang usianya sudah lebih setengah abad itu.

Gerakan 2018 Ganti Presiden itu dihadiri sejumlah tokoh ulama, pimpinan partai pengusung pasangan Prabowo/Sandi, kecuali Ketua Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah. Selain itu, hadir juga Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf.(yn/ant)

tag: #2019gantipresiden  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...