Berita
Oleh Aries Kelana pada hari Rabu, 22 Apr 2020 - 20:17:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Konglomerat Jepang Ramai-Ramai Kritik Pemerintahnya Soal Penanganan COVID-19

tscom_news_photo_1587561452.jpg
Tadashi Yanai (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Masalah menipisnya peralatan tes virus Corona tak cuma dihadapi pemerintah Indonesia. Di beberapa negara, termasuk negara maju seperti Jepang pun mengalaminya. Padahal penduduknya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia, apalagi kekayaan dan teknologinya.

Tapi begitulah negara seperti Jepangketika menghadapi wabah COVID yang telah menginfeksi puluhan ribu warga Jepang. Kekurangsiapan menghadapi wabah mulai dikritisi banyak orang, termasuk pengusaha kaya Jepang.

Seperti dilansir reuters.com (22/4/2020), Pemilik fashion bermerk Uniqlo ikut-ikut mengritik cara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadapi COVID-19. Ia mempertanyakan penanganan COVID, terutama dalam penyediaan peralatan pengujian penyakit mematikan tersebut.

Tadashi Yanai, nama pemilik itu, menyebut bahwa mengumumkan Jepang dalam keadaan darurat tetapi tidak mermpersiapkan lebih dulu pengujian massal merupakan kesalahan.

"Setiap warga negara harus diuji sehingga pasien dapat diidentifikasi dan diisolasi," ujarnya.

Pandemi global telah memaksa perusahaan untuk menutup toko Uniqlo di seluruh dunia. Sementara itu sebagian besar dari 750 toko di Cina telah dibuka kembali. Kemudian sekitar 600 toko di Jepang ditutup sementara atau beroperasi dengan jam kerja lebih pendek.

Sebelum Yanai berkomentar, chief executive officer SoftBank Group Corp Masayoshi Son juga menyalahkan Abe. Menurutnya, gara-gara pandemi itu,

Melalui akun Twitternya, Masayoshi Son mengkritik Shinzo Abe menyoal soal pembatasan sosial yang mencapai 70-80%. Menurutnya, hal itu tidak akan tercapai, lantaran arena pemerintah masih bertumpu pada respons di bidang keuangan.

“Mereka mengurangi kompensasi cuti dan tak akan bisa mengurangi 80% interaksi secara tepat,” ujarnya melalui cuitannya.

Masayoshi juga mempertanyakan langkah Jepang menunjuk menteri ekonomi untuk menghadapi pandemi. Padahal Amerika Serikat menempatkan tenaga medis.

tag: #jepang  #covid  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...