Berita
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 29 Apr 2020 - 07:50:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Biar Jera, Pengusir Perawat Dilaporkan ke Polisi

tscom_news_photo_1588108343.jpg
FX Hadi Rudyatmo (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pasca kejadian Tiga perawat RSUD Bung Karno diusir pemilik indekos, Pemkot Solo akan melaporkan kasus ini ke Polres. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, laporan sudah disusun dan akan disampaikan ke Polres Sukoharjo.

"Menurut saya, ini perlu ada pelajaran bagi mereka. Jangan sampai mendiskreditkan sesama manusia hingga tidak boleh menempati negerinya sendiri," kata Rudy, Selasa (28/4).

Kasus ini akan diserahkan kepada Polres Sukoharjo. Apakah akan diambil tindakan penyelidikan atau diselesaikan secara kekeluargaan itu terserah nantinya.

Rudy mengaku tidak terima dengan tindakan pemilik indekos. Apalagi pemilik indekos juga bekerja sebagai tenaga kesehatan. "Saya sampaikan di sini, jika kejadian ini terjadi pada dia (pemilik kos) sendiri, bagaimana? Apakah nanti kalau ada orang Grogol berobat ke Solo, kemudian kita tolak? Kan enggak gitu. Ini masalahnya di Solo, kalau Solo dibiarkan nanti daerah lain begini (menolak) semua," tegasnya.

Di sisi lain, pemkot telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk tempat tinggal tenaga kesehatan. Seperti Ndalem Priyosuhartan serta beberapa fasilitas umum di Kota Solo.

"Banyak juga yang menawari tempat tinggal perawat. Ada empat atau lima orang yang menawari tempat setelah mendengar kejadian ini," kata Rudy.

Perawat Ditolak Pulang

Tiga orang perawat RSUD Bung Karno Solo terpaksa tinggal di rumah sakit setelah ditolak pulang di indekosnya. Insiden tersebut terjadi akhir pekan lalu, dimana tiga perawat tersebut tinggal di indekos yang sama di kawasan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Iya, kabarnya ditolak pemilik kos saat pulang. Sekarang mereka kami tampung sementara tinggal di lantai lima RSUD," kata Direktur RSUD Bung Karno Solo, Wahyu Indianto, di Solo, Senin, 27 April 2020.

Pihak rumah sakit memberikan solusi dengan menyiapkan ruang di lantai lima RSUD Bung Karno Solo yang mampu menampung 40 orang. Menurut Wahyu tindakan penolakan perawat tersebut tidak dibenarkan. Karena dalam melaksanakan tugasnya, perawat dipastikan aman dan mengenakan alat pelindung diri (APD). "Dan meskipun keluar masuk ruang isolasi, mereka dipastikan bersih karena harus mandi. Itu sudah protapnya," ungkap Wahyu

tag: #corona  #perawat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...
Berita

Sikap DPR soal Penghapusan SKCK Berarti Buat Rakyat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendapatkan respon positif dari DPR. Sikap yang ...