Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Kamis, 02 Jul 2020 - 06:52:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Kejagung Diminta Buru Djoko Tjandra dengan Cara Ekstra

tscom_news_photo_1593630049.jpg
Terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkapterpidanakasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Pasalnya, beredar kabar bahwa bos PTEra Giat Primaitu sudah berada di Indonesia sejak 3 bulan lalu.

Khairul mengatakan, memburu Daftar Pencarian Orang (DPO) kelas kakap seperti dia tidak bisa dengan cara-cara biasa. “Kepolisian, Kejaksaan, dan Imigrasi harus duduk bersama mengevaluasi sistem yang mereka gunakan saat ini. Karena kasus serupa sudah beberapa kali terjadi, misalnya kasus Gayus Tambunan, Honggo Wendratno (TPPI) dan Anton Tantular (Century),” kata Khairul dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut kabar Djoko Tjandra sudah berada di Indonesia merupakan suatu kecolongan. “Bagaimana seorang yang telah buron selama 11 tahun, bisa dengan mudahnya hilir mudik tanpa diketahui. Bahkan yang bersangkutan telah mengajukan PK di PN Jaksel atas kasusnya,” ujarnya mempertanyakan.

Menurutnya, hal tersebut menandakan kurang sinergisnya kerjasama antara instansi penegak hukum dan imigrasi. “DPO itu sudah pasti masuk dengan identitas palsu, karena tidak tercatat di data perlintasan,” katanya.

Legislator dari dapil Kalimantan Selatan ini sangat menyayangkan jika upaya penyelidikan, penyidikan hingga vonis hukuman kepada para pelaku mega korupsi harus berakhir dengan cerita kaburnya para tersangka akibat kelemahan sistem di negara Indonesia

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin heran terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, yang telah buron bertahun-tahun bisa datang ke Indonesia pada 8 Juni 2020.

“Djoko Chandra datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK)-nya,” ujar Jaksa Agung dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Senin (29/06/2020).

Burhanuddin mengakui informasi itu baru diketahuinya, sehingga setelah mendapat informasi tersebut, ia langsung mengklarifikasi kepada Pengadilan setempat.

Menanggapi permintaan Komisi III, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, pihaknya sebelumnya juga memerintahkan jajarannya menangkap dan mengeksekusi terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali yang kini menjadi buronan, Djoko Tjandra.

“Djoko Tjandra adalah buronan kami, dan kami rencanakan sudah tiga hari ini kami cari, tetapi belum muncul,” kata Burhanuddin.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung menghukum Djoko Tjandra pidana dua tahun penjara dan denda Rp546,1 miliar.

tag: #djoko-tjandra  #kejagung  #komisi-iii  #pangeran-khairul-saleh  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...