Bisnis
Oleh Rihad pada hari Sabtu, 04 Jul 2020 - 22:03:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Keren, UMKM Ramai-ramai Gunakan Teknologi

tscom_news_photo_1593874985.jpg
Ilustrasi UMKM (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Survey oleh UOB menemukan bahwa 65 persen bisnis berskala kecil melakukan investasi teknologi digital pada 2020.

Head of Group Business Banking UOB, Lawrence Loh menyatakan efek pandemi terhadap perekonomian sangat mempengaruhi operasional bisnis mereka. Banyak dari perusahaan itu menyadari bahwa teknologi dapat membuat perbedaan pada bisnis.

Thailand memiliki responden tertinggi (71 persen) yang memprioritaskan investasi teknologi pada 2020, diikuti oleh Indonesia (65 persen), Vietnam (63 persen), Singapura (60 persen) dan Malaysia (59 persen).

Meskipun hampir sembilan dari 10 (88 persen) bisnis ini telah menurunkan ekspektasi pendapatan mereka pada tahun 2020, hampir setengahnya (44 persen) masih berencana meningkatkan anggaran teknologi.

Hal ini menunjukkan bahwa usaha kecil ASEAN melihat tantangan saat ini jauh ke depan dan akan mengadopsi teknologi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka.

Bila dilihat dari masing-masing sektor industri, usaha kecil dari sektor makanan dan minuman, teknologi informasi dan komunikasi serta sektor kesehatan (50 persen) menunjukkan keinginan kuat untuk meningkatkan investasi teknologi mereka, diikuti oleh bisnis yang bergerak di bidang konstruksi (48 persen) dan perdagangan ritel (46 persen).

Survei ini dilakukan kepada 1.000 usaha kecil sebelum dan selama pandemi COVID-19, yaitu masing-masing pada kuartal ketiga 2019 dan Mei 2020. Usaha kecil yang disurvei beroperasi di lima pasar ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sementara" itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti mengatakan penggunaan teknologi digital akan membuat UMKM mampu bertahan.

"Dengan memanfaatkan teknologi digital, para pelaku UMKM akan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha besar untuk menjual produk mereka. Hal ini dikarenakan mereka akan berada di dalam satu platform yang sama misalnya melalui e-commerce marketplace sehingga memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan promosi dan penjualan produk," kata Ira Aprilianti.

Ira menuturkan UMKM mampu melewati berbagai krisis perekonomian, seperti krisis 1998, karena beberapa hal. Pertama, UMKM menghasilkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UMKM juga memanfaatkan sumber daya lokal, seperti pekerja lokal dan bahan baku lokal. Namun di saat pandemi, di mana pembatasan mobilitas manusia mempengaruhi kinerja perekonomian, mengadopsi teknologi digital patut menjadi pilihan.

Pada 2020, data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan 9,4 juta UMKM sudah mendapatkan manfaat penggunaan teknologi digital untuk transaksi lintas batas

tag: #umkm  #teknologi  #lembaga-survei-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...