
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki peran strategis bagi bangsa dan negara, mulai dari penguatan ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan martabat Indonesia di mata dunia. PMI saat ini menjadi salah satu pilar penting pembangunan, terutama di tengah terbatasnya lapangan kerja domestik dan tingginya kebutuhan tenaga kerja di negara-negara maju seperti Jepang.
“PMI adalah aset bangsa. Mereka bekerja keras di luar negeri, menghasilkan devisa, menggerakkan ekonomi keluarga, sekaligus membawa nama baik Indonesia di negara penempatan. Agar kontribusi itu berkelanjutan, negara membutuhkan lembaga pelatihan yang berintegritas, profesional, dan patuh hukum seperti PELBAJINDO,” ujar Bamsoet saat menerima Pengurus PELBAJINDO di Jakarta, Selasa (6/1/26).
Pengurus PELBAJINDO hadir antara lain Ketua Umum Azis Yuriyanto, Dewan Pengawas Brotoseno, Waketum Sri Suwarno, Sekretaris Ahmad Chadirin, Bendahara Suyono, Kadiv Keanggotan Sucipto, Kadiv Humas Didik dan Kadiv Hukum Muhammad Hasyim.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, sepanjang tahun 2024 remitansi PMI tercatat mencapai lebih dari Rp 250 triliun. Angka tersebut menjadi penopang penting ekonomi nasional, terutama di tengah tekanan global dan keterbatasan lapangan kerja dalam negeri. Di banyak daerah, remitansi PMI terbukti meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat konsumsi rumah tangga, serta mendorong tumbuhnya usaha kecil dan menengah.
Di sisi penempatan, pemerintah mencatat hampir 300 ribu PMI ditempatkan ke berbagai negara sepanjang tahun 2024, dengan Jepang menjadi salah satu tujuan utama. Jepang sendiri tengah menghadapi krisis demografi dan kekurangan tenaga kerja, dengan kebutuhan ratusan ribu pekerja asing di sektor manufaktur, konstruksi, perawatan lansia, pertanian, hingga industri makanan. Hingga akhir 2024, sekitar 190 ribu lebih PMI tercatat bekerja di Jepang, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemasok tenaga kerja terbesar di negara tersebut.
“Peluang di Jepang ini harus dijawab dengan kesiapan SDM yang serius. Bahasa, keterampilan teknis, disiplin, serta pemahaman budaya kerja menjadi kunci. PELBAJINDO hadir sebagai asosiasi lembaga pelatihan bahasa Jepang yang berkomitmen menyiapkan calon PMI secara benar. Fokusnya jelas, melatih, membimbing, dan menyiapkan siswa agar siap kerja," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menegaskan, penguatan pelatihan dan sertifikasi menjadi faktor penentu agar PMI Indonesia dapat mengisi peluang kerja berkualitas. Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi, dan lembaga penempatan menjadi keharusan. Lembaga pelatihan berperan menyiapkan kompetensi dan mental kerja, sementara penempatan wajib dilakukan oleh negara melalui BP3MI atau P3MI resmi agar perlindungan PMI terjamin. Tanpa itu, Indonesia akan kalah bersaing
"PMI yang disiapkan secara profesional akan pulang membawa kesejahteraan dan pengalaman. Mereka bisa menjadi penggerak ekonomi daerah, mentor bagi tenaga kerja muda, dan duta bangsa di tingkat global. Di sinilah peran lembaga pelatihan menjadi penentu masa depan PMI Indonesia,” pungkas Bamsoet. (ris)