Berita
Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 09 Jul 2020 - 09:45:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite, DPR Usulkan Mogas 92 Sebagai Pengganti

tscom_news_photo_1594262333.JPG
Ratna Juwita Sari (Sumber foto : Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari mengatakan kalau penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Premium dan Pertalite baru sekedar wacana.

Pasalnya, sangat terlihat kalau hingga saat ini pemerintah belum mempersiapkan alternatif pengganti BBM bersubsidi tersebut.

“Terakhir Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Pertamina, itu baru sekedar wacana. Sebab sampai sekarang juga belum ada alternatif BBM penggantinya, mengingat kedua BBM ini adalah BBM bersubsidi yang sudah digunakan secara massive oleh masyarakat,” kata Ratna melalui keteranganya, Rabu (08/07/2020).

Seperti diketahui, kalau rencana dihapuskan Bahan bakar Premium dan Pertalite pertama kali dilontarkan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati beberapa waktu lalu.

Alasannya BBM yang banyak digunakan oleh masyarakat kecil dan menengah ke bawah ini tidak ramah lingkungan hal tersebut ditambah dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 tahun 2017 mengenai batasan Research Octane Number (RON).

Lebih lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan secara prinsip Komisi VII DPR sepakat dengan rencana tersebut mengacu pada Paris Agreement bahwa batasan RON minimum 91.

Namun Ratna menegaskan harus dipertimbangkan bagaimana BBM yang disiapkan untuk penggantinya dapat didistribusikan secara baik dan diakses dengan mudah oleh masyarakat.

“Kalau pun skema tersebut jadi dijalankan, sebaiknya alternatif pengganti yang diambil harus disosialisasikan dengan baik dan lebih ramah lingkungan,” tegasnya.

Ketika ditanya BBM alternatif apa yang tepat sebagai pengganti Premium dan Pertaline, legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur ini mengusulkan Mogas 92.

“Mogas 92 itu bagus, dari smelter Cilacap,” katanya.

Politisi asal Jawa Timur ini menyebut bahwa emiten Mogas 92 tidak terlalu mahal dan penggunaan Mogas 92 juga dapat digunakan sebagai kampanye energi terbarukan, ditambah saat ini DPR sedang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Terbarukan.

“Emitennya lebih rendah, sudah Euro 4 juga. Kalau keeknomiannya bisa di support pakai subsidi juga kan,” pungkasnya.

tag: #dpr  #pkb  #pertamina  #premium  #pertalite  #bbm  #komisi-vii  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Berita Lainnya
Berita

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk: Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 09 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui operating company PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), meresmikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) hasil ...
Berita

Negara Dinilai Harus Hadir Lindungi Anak di Ruang Digital Lewat PP TUNAS

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pembatasan usia media sosial dalam Peraturan Pemerintah Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS dibahas di Fakultas Ilmu Sosial ...