Bisnis
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 02 Jun 2015 - 11:22:57 WIB
Bagikan Berita ini :
Inalum Tuai Laba Besar

Kenapa Saat Dikelola Jepang PT Inalum tak Pernah Untung Besar?

94marwan-batubara.jpg
Marwan Batubara (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kinerja PT Inalum selama periode April-Desember 2014 mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan perusahaan plat merah tersebut mampu memperoleh laba hingga dua kali lipat dibanding tahun fiskal sebelumnya.

Ini bisa dilihat dari produksi aluminium batangan yang mencapai 199.692 ton. Jumlah itu naik sekitar 4,1% dibanding produksi pada periode yang sama di tahun 2013, yang hanya 190.363 ton.

Kondisi demikian mendapatkan pujian dan apresiasi dari Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara. Menurutnya, peningkatan laba bersih yang dicapai Inalum menunjukkan bahwa orang Indonesia yang saat ini ada di Inalum sudah menguasai pengelolaan.

Ia pun mengaku kaget dengan prestasi tersebut. Sebab ketika masih dikelola Jepang, Inalum sulit mencatat laba sebesar itu.

"Saya kira Pemerintah bisa melakukan pemeriksaan ulang terhadap manajeman sebelumnya, kenapa (laba) sebelumnya tidak seperti ini, ada apa?" kata Marwan kepada wartawan, Senin (1/5/2015).

Bahkan ia mencurigai bahwa pengelola Inalum sebelum menjadi BUMN boleh jadi melakukan manipulasi.

"Kita tidak berprasangka buruk, tapi dengan adanya perubahan yang sangat signifikan seperti sekarang, yang sampai menghasilkan laba bersih hingga dua kali lipat, di samping kita mengapresiasi manajemen baru Inalum yang dijalankan oleh orang-orang Indonesia sendiri dan kita juga menyambut baik apa yang sudah dicapai," jelasnya.

"Namun di saat bersamaan, kita juga perlu melihat ke belakang, apa sesungguhnya yang terjadi sebelumnya, kenapa baru kali ini mencapai laba sebesar itu."

Dengan perbedaan laba yang begitu mencolok dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata dia, jangan-jangan betul ada manipulasi.

"Jadi, kalau betul begitu, sebaiknya jangan ditutupi, silahkan dibuka saja. Mari kita tuntut itu perusahaan Jepang, seandainya betul ada penyelewengan," jelasnya.

Tak Cepat Puas

Kendati curiga terhadap kondisi Inalum ketika masih dikelola Jepang, Marwan secara jujur memuji Inalum saat ini. Keberhasilan Inalum ini diakuinya memang tidak lepas dari kinerja pengelola di dalamnya.

"Itu artinya pihak Inalum saat ini sudah melakukan serangkaian perbaikan yang fundamental sehingga menghasilkan laba yang sangat signifikan, dan itu memang pekerjaan yang harus dilakukan. Tentu ke depan diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Ia juga meminta Inalum agar tak cepat puas dengan prestasi saat ini.

"Ke depan Inalum juga harus melakukan perbaikan dan pengembangan sebagaimana yang sudah direncanakan. Meskipun menurutku itu sudah cukup terlambat, misalnya menambah pembangkit, peningkatan kapasitas, dan memperbaiki smelter yang sudah tua agar lebih baik," jelasnya.

"Intinya, perbaikan-perbaikan mengenai infrastruktur dan perangkat perusahaan juga harus segera diremajakan dan diperbaiki untuk menunjang kinerja mendatang." (iy/b3)

tag: #marwan batubara  #inalum  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...