Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 11 Sep 2020 - 17:51:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Terlibat Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi

tscom_news_photo_1599821504.jpg
Forum Indonesia Bersatu (FIB) menuntut kepada Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis untuk mencopot Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Forum Indonesia Bersatu (FIB) menuntut kepada Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis untuk mencopot Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo karena tidak menahan tersangka kasus gratifikasi untuk kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi.

Hal ini diutarakan oleh Koordinator aksi FIB, Lisman Hasibuan dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (11/9) siang.

"Kami minta ketegasan Kapolri kalau memang Kabareskrim tidak bisa menangkap dan menahan Tommy Sumardi hingga minggu depan ini kita minta Kapolri copot Kabareskrim," kata Lisman saat aksi di depan Mabes Polri.

Dia menyebut mewakili beberapa elemen lain ini geram karena hingga saat ini Tommy yang disebut sebagai makelar kasus (markus) dan kerap menjual nama-nama petinggi Polri tidak dilakukan penahanan hingga saat ini.

"Karena kami lihat bahwa Tommy Sumardi atau TS sering menjual nama petinggi-petinggi Polri yang hal ini untuk meloloskan niat-niat kejahatan mafia-mafia yang selama ini dikerjakan termasuk berkaitan dengan kasus Djoko Tjandra," ucapnya.

Selanjutnya, kata Lisman, jika Tommy Sumardi tetap tidak ditahan terkait kasusnya tersebut. Pihaknya akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi pekan depan.

"Kita akan kembali melaksanakan aksi yang lebih besar lagi dan kita minta kalau Kabareskrim mau tegak lurus mau berantas mafia hukum, tersangka lain kan udah pada ditahan, kenapa TS harus dibebaskan secara terbuka walaupun kan hari ini dia sudah tersangka kan sesuatu yang tidak adil," jelasnya.

Diketahui, perkara kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri. Dalam perkara tersebut penyidik telah menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yakni Djoko Tjandra, eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Prasetijo, dan pengusaha Tommy Sumardi.

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan, Napoleon dan Prastijo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

"Ada barang bukti berupa uang 20 ribu USD, surat, HP, laptop, dan CCTV," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Namun, hingga saat ini Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi masih melenggang bebas karena Polri belum melakukan penahanan terhadap keduanya.

tag: #polri  #djoko-tjandra  #bareskrim  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...