Oleh Alfin Pulungan pada hari Sabtu, 03 Okt 2020 - 12:58:58 WIB
Bagikan Berita ini :

PLN Turunkan Tarif Listrik, Pengamat: Jangan Lihat Nominal, Tapi Manfaatnya

tscom_news_photo_1601704667.jpg
Ilustrasi petugas PLN (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- PT PLN (Persero) menurunkan tarif penyesuaian listrik untuk pelanggan golongan rendah. Penetapan ini mulai berlaku pada Oktober hingga Desember 2020. Rinciannya, harga tarif golongan rendah sebelumnya Rp 1.467/kWh diturunkan Rp 22,5/kWh menjadi Rp 1.444,70/kWh. Selain itu, pemerintah sudah memberikan subsidi untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA.

Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan penurunan tarif dan pemberian subsidi tersebut memang tidak terlalu besar nominalnya. Namun, kata dia, penurunan tarif itu sangat bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Penurunan kecil, tetapi kalau buat rumah tangga terdampak yang mengalami dampak ekonomi, karena berkurang pendapatan walaupun penurunan dua persen, ya lumayan, bisa alokasi dana untuk kebutuhan yang lain," katanya Fabby saat dihubungi wartawan, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Fabby menuturkan, sejauh ini pemerintah telah berupaya memberikan subsidi dan mengubah tarif listrik di masa pandemi. Bantuan terhadap kebutuhan dasar tersebut sudah cukup meringankan beban masyarakat, terlebih di musim pandemi.

Fabby Tumiwa


Namun, Fabby mengingatkan bahwa ada kalangan lain yang juga tak kalah payah terdampak pandemi, yakni para pegiat UMKM.

"Untuk 450 VA dan 900 Va itu sudah subsidi pemerintah. Untuk kelompok rumah tangga miskin itu sudah diberi sejak awal. Dari penurunan diskon tarif menjadi buat mereka sudah optimal tidak diberikan lagi. Justru yang sekarang ini perlu diperhatikan UMKM yang terdampak (Covid-19) yang perlu dipikirkan," katanya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi, menilai penyesuaian tarif dasar itu bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pengusaha UMKM.

Menurutnya, penyesuaian tarif dasar itu bermanfaat secara langsung kepada masyarakat jika dibandingkan dengan bantuan tunai atau program di departemen yang terhambat penyerapan karena birokrasi.

"Tak hanya meringankan beban pelanggan, tetapi meningkatkan daya beli masyarakat khsusnya konsumen rumah tangga. Bagi UMKM ini dapat mengurangi beban biaya operasional. Sehingga minimal mempertahankan kapasitas produksi. Naik daya beli masyarakat, meningkatan produksi dan konsumsi meningkat," tuturnya.

Fahmy Radhi


Ia menjelaskan, penyesuaian tarif dasar listrik dan kebijakan pemerintah lainnya di sektor energi dapat memicu daya beli, meningkatkan konsumsi, dan akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Saya kira kontribusi intensif listrik akan memperbaiki pertumbuhan tadi. Barangkali (pertumbuhan ekonomi,-red) minus, tetapi akan berkurang, mungkin dua sampai satu persen minusnya," kata Fahmi.

Sebelumnya, periode diskon tarif listrik untuk pelanggan PLN bersubsidi 450 VA dan 900 VA akan selesai pada Desember 2020. Sementara pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi belum menunjukkan tanda tanda berakhir.

Wakil Ketua Komisi Energi (Komisi VII) DPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah memperpanjang periode diskon tarif listrik sampai 2021 mendatang. Menurut Eddy, diskon tarif listrik ini sangat meringankan beban 31,6 juta masyarakat tidak mampu yang terkena dampak pandemi.

"Karena itu perlu terus dilanjutkan sampai 2021, jangan berhenti sampai Desember 2020 ini saja," kata Eddy, Jumat (2/10/2020).

Politikus Partai Amanat Nasional ini menjelaskan, program ini sudah diperpanjang dari sejak April ke September dan September ke Desember dengan pertimbangan pandemi belum berakhir. Pertimbangan yang sama bisa digunakan Pemerintah untuk memperpanjang diskon tarif listrik sampai 2021.

Hal itu disebabkan vaksin paling cepat tersedia baru di bulan Desember, itupun masih harus melewati serangkaian proses hingga paruh pertama tahun 2021 sampai akhirnya disuntikkan ke puluhan juta warga masyarakat.

"Tidak ada yang bisa menjamin keberadaan vaksin lantas membuat ekonomi bisa segera pulih," ujarnya.

Untuk itu, Eddy mendesak pemerintah segera menyiapkan paket regulasi perpanjangan Diskon tarif listrik untuk 450 VA dan 900 VA bersubsidi sampai 2021, bahkan untuk pelanggan.

Sekjen DPP PAN ini juga mengungkapkan, setiap kali dirinya reses dan turun ke dapil, banyak yang warga menyampaikan harapan dan aspirasi agar bantuan diskon tarif listrik bisa dilanjutkan.

"Ketika menyapa warga di Dapil, mereka ceritakan bagaimana pembatasan mobilitas sosial membuat pekerjaan dilakukan dari rumah dan sekolah pun dari rumah. Beban listrik pun meningkat signifikan. Belum lagi pelaku usaha mikro kecil yang produksinya terpusat di rumah. Diskon tarif listrik ini adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi dari dampak pandemi," kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III ini.

tag: #tarif-listrik  #pln  #fabby-tumiwa  #fahmy-radhi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

Produksi Minyak Nasional Terus Turun, Komisi VII DPR Minta Evaluasi menyeluruh SKK Migas

Oleh Fath
pada hari Sabtu, 20 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menilai kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kinerjanya tidak ...
Berita

Ini Alasan Pembubaran PT NDK Menutup Kepentingan Pihak Lain

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Nusantara Dua Kawan atau yang disingkat NDK resmi bubar. Pembubaran perusahaan ini sebelumnya sempat ramai di demo oleh sekelompok orang dengan tuduhan dugaan NDK ...