Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 07 Feb 2026 - 12:01:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Masuk Angin vs GERD: Lupa Nama, Ingat Rasa

tscom_news_photo_1770440485.jpg
Ilustrasi masuk angin (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perut kembung, mual, dan badan terasa tidak nyaman. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tiga serangkai gejala ini seringkali langsung diartikan sebagai “masuk angin”. Solusinya pun seolah sudah terpatri di benak: seduh atau langsung tenggak obat herbal instan ternama, semisal Tolak Angin.

Namun, bagaimana jika “rasa” yang kita kenali sebagai masuk angin ternyata memiliki “nama” penyakit yang lebih serius? Fenomena inilah yang belakangan kerap ramai diperbincangkan di media sosial, di mana banyak netizen berbagi pengalaman pahit, termasuk kekecewaan terhadap merek obat herbal tertentu, setelah salah mendiagnosis kondisinya.

Kegalauan ini terekam jelas dalam sebuah video viral di TikTok yang diunggah oleh akun @siberinfo. Video tersebut mengutip pengalaman seorang pengguna yang keluhannya tak kunjung usai meski sudah menenggak obat herbal populer.

“Jadi dulu itu saya tidak tau kalau ternyata saya kena GERD, perut kembung berhari-hari tidak hilang-hilang plus gak nyaman. Saya pikir masuk angin biasa, jadilah saya minum TA,” tulis pemilik akun tersebut menyebut inisial Tolak Angin.

Kisah ini ternyata bukan anomali. Banyak pengguna lain yang menyuarakan pengalaman serupa. Akun @mukenxprvqo menulis, “Pernah banget kena GERD yang awalnya saya kira masuk angin kemudian langsung minum Tolak Angin. Buset, rasanya seperti mau tidak ada aja. Sakit gila.”

Pengalaman serupa menunjukkan sebagian konsumen kerap salah mengartikan gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)—sebuah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan—sebagai masuk angin biasa. Rasa tidak nyaman di dada, kembung, dan mual yang menjadi ciri khas GERD memang sangat mirip dengan deskripsi umum “masuk angin”.

Kata Dokter: Herbal Tak Selalu Aman
Menanggapi fenomena ini, para ahli kesehatan angkat bicara. Dokter Dimas Apriyanto melalui akun TikTok-nya @dimas_alphiano memberikan penjelasan penting yang perlu digarisbawahi.

“Tolak Angin dan Antangin aman buat beberapa penderita asam lambung ringan, tapi kalau kamu punya GERD aktif, sebaiknya hati-hati ya. Herbal bukan berarti selalu aman untuk semua kondisi,” tegas dr. Dimas.

Menurutnya, meskipun produk herbal tersebut mungkin aman untuk gangguan lambung ringan, kondisinya menjadi berbeda bagi penderita GERD yang sedang aktif. Kandungan tertentu dalam obat herbal justru bisa memicu produksi asam lambung atau melemahkan katup kerongkongan, sehingga memperparah gejala.

Selain GERD, salah kaprah yang lebih fatal adalah menganggap gejala “angin duduk” atau angina sebagai masuk angin. Seperti yang diviralkan oleh akun Twitter @AntoniusCDN, gejala seperti nyeri dada hebat yang menjalar, sesak napas, dan keringat dingin adalah tanda-tanda serangan jantung, bukan masuk angin yang bisa disembuhkan dengan obat herbal.

Karena itu, kalangan dokter kerap mengingatkan masyarakat untuk tidak mengandalkan ingatan akan “rasa” sebuah produk tanpa mengetahui “nama” asli dari penyakit yang sedang diderita. Langkah paling bijak tentunya berhenti melakukan diagnosis mandiri.

Jika Anda merasakan gejala yang mengganggu dan tidak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Hanya dengan diagnosis yang tepat, Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai, aman, dan efektif. Karena dalam urusan kesehatan, mengetahui “nama” yang benar jauh lebih penting daripada sekadar mengandalkan “rasa” yang akrab di lidah.

tag: #obat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Konflik Tanah Adat, Pemerintah Didesak Kaji Pembatalan Konsensi Tambang AMNT

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 07 Feb 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Konflik masyarakat adat komunitas Cek Bocek Selesek Suri Reen (CBSR) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa, NTB terus bergulir. Pemerintah ...
Berita

Rajiv Minta Satgas Pangan Mampu Sapu Bersih Pelaku Permainan Harga

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI meminta Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 (Satgas Saber Pangan) bekerja maksimal mencegah ...