Bisnis
Oleh Ban pada hari Kamis, 04 Jun 2015 - 08:41:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Bappenas Ingin 'Caplok' BPS

44forum_pemred_banisaksono.jpg
Pertemuan Kepala Bappenas dengan Para Pemred Media Massa, Rabu (3/6/2015) malam. (Sumber foto : Bani Saksono/Teropong Senayan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Badan Pusat Statistik (BPS) yang selama ini berada di bawah Presiden, sedang diupayakan masuk di bawah naungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Perlunya, agar BPS mampu mem-back up peran Bappenas yang selama ini menjadi think thank pemerintah.

"BPS ingin kita masukkan ke Bappenas. Ini sedang dalam proses," tutur Kepala Bappenas yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago saat menjamu para pemred media massa d kantornya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, tadi malam (3/6/2015).

Penjelasan Andrinof tersebut sekaligus menjawab kritikan bahwa selama ini data-data yang dirilis Bappenas tidak update. "Bappenas harus dikembalikan menjadi think thank pemerintah," tutur salah seorang pemred usai paparan yang disampaikan Andrinof.

Dalam acara itu, Bappenas membagi-bagikan buku Peta Permasalahan Pembangunan Nasional, Modal Potensial, dan Agenda-ageda Strategis Kabinet Kerja serta satu paket buku RPJMN 2015-2019 yang terbagi dalam empat buah buku. Kalangan media berharap Bappenas juga menyajikan capaian yang sudah dilaksanakan Kabinet Kerja selama ini. (b)

tag: #Bappenas BPS  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...