Berita
Oleh Givary Apriman pada hari Sabtu, 07 Nov 2020 - 18:40:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Alasan BPIP Terus Menggali Nilai-Nilai Positif di Masyarakat

tscom_news_photo_1604749201.jpg
Prof Hariyono dalam seminar nasional bertajuk Advokasi Positif: Menggali Nilai-Nilai Pancasila dari Bumi Bung Karno" di kantor Wali Kota Blitar, Jumat (6/11). (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono mengatakan, saat ini ada kegalauan tentang kesulitan mengaktualisasikan Pancasila dengan baik. Menurutnya, hal ini karena kurangnya keteladanan dalam masyarakat.

"Sementara masyarakat ini selalu mencari keteladanan," kata Hariyono saat membuka seminar nasional bertajuk Advokasi Positif: Menggali Nilai-Nilai Pancasila dari Bumi Bung Karno" di kantor Wali Kota Blitar, Jumat (6/11).

Hariyono mengatakan, sebenarnya di Indonesia ini banyak yang bisa dijadikan teladan. Namun, menjadi persoalan karena sekarang ini jika ada sesuatu yang baik di masyarakat, terkadang diabaikan begitu saja.

Sementara jika ada sesuatu yang buruk, maka akan menjadi fokus perhatian masyarakat. Karena itulah, BPIP memiliki program elevasi yang mengangkat nilai-nilai positif di masyarakat. Tujuannya adalah supaya energi positif masyarakat bisa diangkat.

"Dalam psikologi, mengangkat sesuatu yang positif bisa memberikan energi positif. Karena dalam kehidupan sehari-hari, jika kita memancarkan energi positf maka hukum timbal baliknya positif juga," kata Hariyono.

Sebagai contoh, di Blitar, ada seorang bernama Iwan Galau atau yang dikenal dengan nama Mujair yang pada 1937, karena kesulitan hidup, melakukan tirakat di tepi Samudera Hindia. Kemudian, dia melihat ikan di laut yang sepertinya bisa dibudidayakan di air tawar.

Maka, ikan itu dia bawa ke kampungnya dan dilakukan percobaan hidup di air tawar dan ternyata kemudian mati. Lalu, kemudian dia melakukan 11 kali percobaan memformulasikan air tawar dan laut hingga akhirnya ikan itu bisa hidup di air tawar. Dan kemudian, ikan itu berkembang hingga sekarang dikenal dengan nama ikan mujair.

"Hal-hal seperti ini yang harus diangkat," pungkasnya.

tag: #prof-hariyono  #bpip  #pancasila  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...