Bisnis
Oleh Bani Saksono pada hari Kamis, 04 Jun 2015 - 21:50:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Tak Aktif, Puluhan Ribu Koperasi Dibubarkan

90Lambang_Koperasi.jpg
lambang Gerakan Koperasi Indonesia (Sumber foto : dok/TeropongSenayan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sebanyak 62.234 unit koperasi di seluruh Indonesia terpaksa harus dibubarkan karena kedapatan tidak aktif. Sedangkan koperasi yang masih aktif tercatat sebanyak 147.249 unit. Bagi koperasi yang aktif tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan nomor induk koperasi (NIK).

Akhir Meilalu, Kementerian Koperasi dan UKM melansir data operasi yang tercatat dalam Online Data System (ODS) Koperasi 2015. Menteri Koperasi dn UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, koperasi yang tak aktif itu dibubarkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tanda-tanda koperasi tidak aktif di antaranya tidak terdapat kegiatan usaha sama sekali serta sudah tidak melaksanakan secara rutin rapat anggota tahunan (RAT). Dalam catatan koperasi yang masih aktif, kata Puspayoga, terdapat 80.008 unit koperasi yang sudah melaksanakan RAT. Sisanya, 67.241 unit koperasi lainya belum mengadakan RAT.

"Kami akan fokus terhadap koperasi yang aktif sebagai target sasaran program Kementerian, seperti peningkatan daya saing, penguatan kelembagaan, hingga pemberian akses permodalan serta promosi usaha.

Menurut Puspayoga, keuntungan koperasi yang memiliki NIK adalah mendapat kesempatan mengikuti program yang bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan koperasi serta memacu produktifitas usaha koperasi.(b)

tag: #koperasi dibubarkan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...