Bisnis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Jumat, 05 Jun 2015 - 16:15:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Wakil Ketua KY Minat Ikuti Seleksi Pimpinan KPK

62imam anshori saleh.jpg
Imam Anshori Saleh (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh mengaku merasa terpanggil untuk ikut mendaftarkan diri sebagai Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski demikian, Imam berencana meminta restu dahulu kepada ayahanda yang tinggal di Jombang, Jawa Timur.

"Saya masih akan minta restu ayah saya di Jombang," ujar Imam, Jumat (5/6/2014).

Imam berjanji jika nanti dirinya terpilih sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019, mantan konsultan hukum ini, akan menata aturan main lembaga antikorupsi tersebut. Menurutnya, regulasi yang mengatur mengenai KPK harus disinkronkan dan diharmonisasikan dengan Undang-undang lain yang terkait, termasuk KUHAP.

Selain regulasi, Imam menambahkan, harus ada aturan yang jelas mengenai pembagian wewenang antara KPK, Polri, dan Kejaksaan. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi persaingan antara tiga lembaga penegak hukum tersebut.

"Harus ada pembagian yang jelas. Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) mana yang menjadi kewenangan KPK, Polri dan Kejaksaan. Jangan sampai seperti sekarang, seolah antarinstansi berebut kewenangan, sehingga terjadi kisruh seperti sekarang ini. Selain itu KPK harus mempunyai penyidik sendiri," ungkapnya. (mnx)

tag: #KY  #KPK  #Imam Anshori Saleh  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...