Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 28 Jan 2021 - 22:09:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Ketum APTRI: Bila Pemerintah Import Gula Rafinasi Maka Petani Tebu Banyak Yang Menjerit

tscom_news_photo_1611846598.png
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid tidak mempersoalkan jika pemerintah hanya mengimport kebutuhan gula bagi industri makanan dan minuman (namin).

Namun, lanjut dia, akan bermasalah bila import juga memasukan gula konsumsi yang sebenarnya masih berlimpah stocknya.

"Pemerintah silahkan import gula Rafinasi untuk industri mamin, namun perlu diingat bahwa gula produksi tahun 2020 milik pabrik gula dan milik petani, juga milik para pedagang masih cukup banyak, ada sekitar 200 ribu Ton lebih, yang sampai sekarang masih belum laku, karena pasarnya sepi," tandas Wakil Ketua Umum DPP HKTI Bidang Perkebunan dan Kehutanan ini kepada wartawan, Kamis (28/01/2021).

Selain itu, ungkap dia, gula milik petani PTPN X di jual dengan harga Rp10.600 kg tidak ada yang mau beli.

"Para pedagang tidak mau ada yang beli, karena para pedagang gulanya juga masih menumpuk.
Jadi kalau ada yang mengatakan gulanya Rafinasi stoknya menipis saya berharap Presiden Jokowi perintahkan Menperin untuk pabrik gula Rafinasi beli gula petani saja," tegas Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah ini.

Wachid juga menilai, imbas merembesnya gula import jenis rafinasi berefek pada skema harga gula dipasaran. Akibatnya, kata dia, para petani tebu menjerit karena gula yang mereka produksi harganya terjun bebas karena tidak sebanding dengan biaya produksi yang banyak membutuhkan pupuk.

"Karena petani tebu panen tebu tahun 2020 harga gulanya tidak menarik. Itupun tidak laku sampai sekarang. Sedangkan Pemerintah melalui Menteri Pertanian menaikkan harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk subsidi. Ini namanya, sudah jatuh ketiban tangga," lirih eks Kapoksi Komisi VI DPR ini.

"Sekarang sudah bulan Januari, para petani butuh mengolah memupuk tebunya. Sedang gulanya tidak laku, petani cari KUR juga tidak semudah seperti para pengusaha cari kredit, mohon Pemerintah hadir dalam masalah pergulaan ini," tandasnya.

tag: #impor-gula  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

MK Jamin Tak Ada Deadlock saat Pengambilan Keputusan Sengketa Pilpres

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 18 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mahkamah Konstitusi (MK) menjamin tidak akan ada deadlock dalam pengambilan putusan sengketa Pilpres 2024. Saat ini, Hakim Konstitusi masih melaksanakan rapat ...
Berita

Pemprov DKI Jakarta Apresiasi Bank DKI Penyumbang Dividen Terbesar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Badan BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik ...