Oleh Bachtiar pada hari Senin, 26 Des 2022 - 08:44:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Rencana Impor Gula 1 Juta Ton, APTRI: Program Swasembada Makin Tidak Jelas

tscom_news_photo_1672019070.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid menyayangkan rencana pemerintah yang akan melakukan impor gula kristal putih. Diketahui, pemerintah berencana akan mengimpor gula kristal putih kurang lebih satu juta ton.

Menurutnya, rencana impor hanya mempertegas ketidakmampuan pemerintah mengimplementasikan cita-cita swasembada gula.

"Semakin tidak jelas program swasembada gula yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Dikarenakan para menterinya tidak serius menangani program swasembada gula dari Presiden," tandas Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu kepada wartawan, Minggu (25/12/2022).

"Terbukti impor gula masih tetap berlangsung dan tidak ada tanda-tanda impor gula putih di kurangi tapi malah bertambah. Sekarang jelas para pembantu Presiden di bidang pangan telah gagal," sambungnya.

Ketimbang impor, kata dia, seharusnya petani tebu dibina dan disediakan bibit dan sarana prasarana yang cukup.

"Sehingga program dan janji Presiden Jokowi, melalui Nawa Cita tercapai. Sampai Presiden sudah hampir 10 tahun memimpin negara ini kesediaan gula nasional selalu kurang dan impor dibesarkan," sindir Politikus Gerindra itu.

Menurutnya, ada sejumlah persoalan yang mesti jadi perhatian serius presiden Jokowi.

"Pertama, para petani mencari bibit yang berkwalitas bagus, produksi bisa meningkat susah. Kedua, pupuk bila dibutuhkan hilang dan sekarang sudah tidak ada pupuk subsidi, pupuk non subsidi harganya mahal, sudah begitu kandungan pupuk sudah tidak terpenuhi. Hal ini harus jadi perhatian pemerintah," ungkap Anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Persoalan selanjutnya, kata dia, tenaga kerja semakin mahal dan susah mencari tenaga kasar di pertanian.

"Seharusnya pemerintah menyediakan Alsintan atau membantu mekanisasi. Kelima, harga gula semakin tidak menentu susah menjual, karena gula impor membanjiri pasar tradisional," urainya.

"Kalau seperti ini dibiarkan tanpa ada uluran tangan dari pemerintah, jelas para petani dan anak petani tidak mau jadi petani. Negara kita akan ketergantungan impor semakin besar," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor gula kristal putih atau gula konsumsi sebanyak 991 ribu ton. Pemerintah memutuskan mengimpor gula usai melakukan rapat terbatas atau ratas bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Neraca komoditas sudah diputuskan 991 ribu ton kristal putih langsung ke konsumen, 3,6 liter rafinasi untuk industri, yang khusus kira kira 50 ribu ton," tuturnya saat ditemui di Pasar Kebon Kembang, Bogor pada Jumat, 23 Desember 2022.

tag: #impor-gula  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement