Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 03 Jan 2023 - 19:24:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Sindir Mendag Soal Impor Gula, Ketua Dewan Penasihat APTRI: Orang Indonesia Bisa Kena Diabetes

tscom_news_photo_1672748688.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid mendesak agar pemerintah mengevaluasi rencana impor gula kristal putih (GKP) oleh Menteri Perdagangan sesuai hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas).

Wachid karib ia disapa menduga, rencana impor tersebut dilakukan kemungkinan Pemerintah mendapatkan data stok gula nasional hasil produksi panen 2022 dan sisa impor gula tidak lengkap.

"Kalau Mendag tetap lakukan impor akan berdampak pada panen gula petani atau orang Indonesia bisa kena diabet," sindirnya kepada wartawan, Selasa (03/01/2023).

Wachid mengungkapkan, stok gula panen tahun 2022 di pabrik gula dan di tangan pedagang masih ada 1.39 juta ton sampai dengan bulan Nopember 2022.

Di saat bersamaan, kata dia, bulan Nopember 2022 Mendag justru mendatangkan gula impor kristal putih (GKP) sebanyak 500 ribu ton. Akhir Desember 2022 impor gula kristal putih (GKP) didatangkan sebanyak 991 ribu ton.

"Jadi sampai Desember 2022 di Indonesia ada stok total keseluruhan gula kristal putih (GKP) sebanyak 2.881.000. Stok sebesar itu akan berpengaruh terhadap panen gula Petani yang akan di mulai di bulan Mei 2023," terang Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng) itu.

Dampak seriusnya, Wachid mengingatkan, kemungkinan para pedagang tidak akan mau membeli gula petani karena overstok.

"Kecuali kalau Pemerintah mau membeli gula para Petani lewat Bulog atau PTPN," ujarnya.

Wachid juga memperkirakan, produksi gula tahun 2023 tidak akan jauh berbeda seperti di tahun 2022.

"Yaitu berkisar 2.4 juta ton.
Jadi bila dijumlahkan stok gula sampai dengan Desember 2023 berkisar di angka 2.881.000 ton, ditambah asumsi produksi gula tahun 2023 ada 2.400.000 Ton," urainya.

Pada Desember 2023, Wachid kembali mengungkapkan, ada gula kristal putih sebesar 5.281.000 ton gula putih.

"Sedangkan kebutuhan gula kristal putih untuk Rumah Tangga Nasional pertahunnya hanya berkisar 3 juta ton. Jadi artinya ada kelebihan gula kristal putih sebesar 2.281.000 ton," paparnya.

Selain soal stok berlimpah, Wachid mengungkapkan, masih ada persoalan rencana Mendag memberikan ijin impor raw sugar untuk gula rafinasi tahun 2023 sebesar 3.6 juta ton.

Jadi nanti di tahun 2023, lanjut dia, Indonesia akan ada gula kristal putih (GKP) sebanyak 5.281.000 ton dan gula rafinasi 3.600.000 Ton.

Total keseluruhan ada gula 8.881.000 ton. Sedangkan kebutuhan gula kristal putih (GKP) dan gula rafinasi hanya berkisar 3 juta ton ditambah 3 juta ton sama dengan 6 juta ton .

"Artinya ada kelebihan stok gula di akhir Desember 2023 sebanyak 3.881.000 ton. Stok gula dalam sejarah pergulaan yang akan mendapatkan Penghargaan MURI," sindirnya.

Terakhir, Wachid berharap agar presiden Jokowi melakukan evaluasi terhadap menteri terkait yang memberikan masukan yang tidak relevan terkait impor gula ini.

"Saya selaku Dewan Penasehat APTRI dan Pemerhati Pergulaan Nasional sangat berharap kepada Bapak Presiden untuk mengevaluasi hasil RATAS. Jangan sampai petani tebu dan Pergulaan Nasional akan bertambah lesu tidak ada kegairahan lagi akibat ijin impor yang terlalu besar tidak bermanfaat untuk dunia usaha industri gula berbahan baku tebu Rakyat," tegasnya.

tag: #impor-gula  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement