Berita
Oleh Ariful Hakim pada hari Rabu, 21 Apr 2021 - 12:44:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Kemendikbud Akhirnya Tarik Kamus Sejarah yang Jadi Kontroversi

tscom_news_photo_1618983883.jpg
Hilmar Farid (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menarik kamus sejarah yang tidak memuat peran pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy"ari. Sebelumnya, kamus tersebut jadi kontroversi di tengah masyakarat. Namun menurut Drektur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid, draf kamus sejarah tersebut disusun sejak tahun 2017. Artinya, penyusunan buku ini dilakukan sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Makarim.

"Draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I disusun tahun 2017. Ini jelas sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim," kata Hilmar Farid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/4/21).

Kendati demikian, penyusunan yang dimulai pada 2017 itu belum selesai. Sebab, saat itu anggaran sudah berakhir.

"Penyusunan dimulai tahun 2017 namun belum selesai karena begitu panjangnya perjalanan sejarah Indonesia sejak 1900. Karena pada saat itu tahun anggaran sudah berakhir, sebagai pertanggungjawaban kami tetap melaporkan draf naskah yang belum selesai tersebut dalam format pdf," terangnya.

Lebih lanjut, Hilmar ingin meminimalisir hal-hal kontroversi dengan menarik kamus tersebut. Pihaknya akan membentuk tim koreksi.

"Untuk memastikan isu ini tidak berlarut, saya sudah instruksikan untuk menurunkan semua buku yang terkait sejarah modern sampai ada penyempurnaan yang lebih cermat. Tim pengkoreksi akan dibentuk dengan melibatkan organisasi yang turut membangun negara ini, termasuk dengan Nahdlatul Ulama (NU)," ungkapnya.

Hilmar menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menghapus bagian sejarah yang sangat penting. Apalagi, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh pendiri NU yang signifikan.

"Tidak ada niatan untuk menghapus bagian sejarah yang sangat penting. Di dalam draf buku kamus tersebut, sudah dimuat informasi tentang pendirian Nahdlatul Ulama dan disebutkan juga signifikansi KH. Hasyim Asy"ari pada beberapa halaman," ujarnya.

tag: #kemendikbud  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

DPD Hanura DIY Resmi Dilantik, Siap Kibarkan "Bendera Singa" ke Seluruh Daerah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 15 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Partai Hanura melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Dearah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 di ...
Berita

Ferry Juan SH: OTT HGB Bogor Tambah Luka Partai Golkar, Saatnya Koreksi Kepemimpinan dan Kembali ke Khittah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor kembali mengguncang perhatian ...