Berita
Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 26 Mei 2021 - 14:55:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Rencana ASN WFH di Bali, Legislator Demokrat: Kurang Tepat Cenderung Pemborosan Anggaran

tscom_news_photo_1622015700.jpg
Bramantyo Suwondo Politikus Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo menilai, rencana kebijakan agar para PNS untuk Work From Home Bali (WFB) kurang tepat. Pasalnya, cenderung melakukan pemborosan anggaran.

"Bicara soal memulihkan perekonomian seharusnya kita berfikir bagaimana meningkatkan atau memulihkan perekonomian secara nasional, tidak hanya per-daerah. Hal ini dikarenakan resesi ekonomi dirasakan secara nasional, tidak hanya dirasakan satu atau dua daerah," kata Politikus Demokrat itu, Rabu, (26/5/2021).

Menurut Bram, anggaran untuk para ASN untuk melakukan WFB dapat digunakan dan disalurkan guna memberikan insentif bagi para pelaku parekraf seperti UMKM agar tetap dapat berproduksi dan jalan.

"Atau anggaran yang ada digunakan untuk pembiayaan PNS ke-13 agar memastikan tidak ada pemotongan," tegas Legislator asal Jawa Tengah (Jateng) ini.

Politikus Partai Demokrat ini meyakini dengan mengalihkan dan mengoptimalkan anggaran untuk sektor tersebut akan membuat kegiatan belanja masyarakat bisa meningkat dan membantu perekonomian secara nasional

"Bahwa peningkatan perekonomian Indonesia harus dilihat secara nasional bukan dilihat peningkatannya daerah per-daerah. Memberikan insentif kepada pengusaha kecil, menengah dan mikro di bidang parekraf maupun di bidang lainnya menurut saya lebih bisa membantu peningkatan ekonomi dan lebih tepat sasaran," tandas Bram.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan kebijakan untuk bekerja dari Bali atau Work From Bali bagi aparatur sipil negara (ASN) tepat manfaat untuk membantu dan memulihkan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata yang terpuruk akibat pandemi.

tag: #wfh  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan Pencegahan TPPO Harus Diperkuat melalui Literasi Digital dan Kolaborasi Nasional

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi ...
Berita

Webinar Literasi Digital Komdigi dan Komisi I DPR RI: Judi Online Jadi Ancaman Serius Generasi Muda, Literasi Digital Harus Diperkuat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi Digital dengan tema ...