Oleh Fath pada hari Rabu, 05 Agu 2026 - 14:59:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Singgung Beban Penugasan Negara, Komisi VI DPR Minta Danantara Bekerja Keras Benahi BUMN Karya

tscom_news_photo_1785916795.jpg
Gedung Wakil Rakyat (MPR, DPR, DPD RI) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando H Ganinduto, mendukung penuh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk membenahi kondisi keuangan BUMN di sektor karya yang berada di titik rendah dan babak belur.

Hal tersebut disampaikan Firnando sapaanya menyoroti kekecewaan dan sikap frustrasi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria terkait pembenahan BUMN di sektor karya.

“Jadi memang biarkan mereka (Danantara) Pak Doni dan seluruh teman-teman Denantara bekerja untuk bagaimana caranya memberikan yang terbaik kepada perusahaan-perusahaan karya-karya ini,” kata Firnando kepada awak media di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Firnando mengaku memahami kekecewaan dan sikap frustrasi dari Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria soal kondisi BUMN karya. Firnando menyebut, bahwa pembenahan di sektor BUMN karya bukanlah hal mudah.


“Justru ada Danantara ini, terus mereka benar-benar mengkaji, menguliti (BUMN) karya-karya ini dan mengetahui semua grogotannya, akhirnya sekarang kita tahu gitu bahwa memang aslinya karya itu seperti ini. Jadi menurut saya ini sudah tepat walaupun memang ini pusing, frustasi ya itu menurut saya wajar-wajar aja karena memang mengurus perusahaan BUMN tuh enggak gampang,” tutur Firnando.

Firnando berharap, Danantara di bawah komando Dony Oskaria dapat terus bekerja keras untuk membenahi kondisi keuangan BUMN karya. Firnando mendorong, Danantara dapat segera membenahi kondisi dari BUMN karya tersebut.

“Jadi Danantara tuh emang harus bekerja keras, dan mereka juga sudah digaji oleh negara kan? Jadi harus bekerja keras, bagaimana caranya semua BUMN harus menjadi lebih baik, terutama yang karya-karya ini,” tutur Firnando.

Meski demikian, Politikus muda Partai Golkar ini enggan berbicara detail soal penyebab babak belurnya kondisi keuangan BUMN karya. Firnando meyakini, Danantara telah mengetahui penyebab babak belurnya keuangan BUMN karya hingga bisa menyelesaikan dan melakukan pembenahan.

“Kalau masalah penyebabnya tentu banyak sekali ya, Danantara mungkin lebih paham masalah ini. Cuma memang perusahaan karya ini kan banyak penugasan negara. Jadi memang namanya penugasan negara itu kan bukan proyek-proyek terlalu untung ya, jadi itu salah satu sebabnya. Namun kalau ingin tahu mengenai penyebabnya ya mungkin Danantara yang lebih paham gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengakui proses membenahi perusahaan-perusahaan BUMN Karya, bukan pekerjaan yang mudah.

“Memang butuh berkesinambungan. Energi kita juga terbatas. Selesai satu, masuk satu lagi," ujar Dony ditemui di Batang, Jawa Tengah, dikutip pada Senin, 3 Agustus 2026.


Ia menjelaskan, masalah serupa tidak hanya terjadi pada satu perusahaan. Setelah proses penyehatan di satu BUMN berjalan, Danantara kembali dihadapkan pada kondisi yang sama di perusahaan negara lainnya.

“Baru masuk ke Pos, kondisinya begitu lagi. Baru masuk ke properti, saya juga frustrasi. Bayangkan, bagaimana tidak frustrasi? Kita lakukan repairment (perbaikan), aset tinggal Rp 7 triliun, sementara utangnya Rp 24 triliun. Mau diapakan?" katanya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement