Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 12 Jun 2015 - 05:30:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Wow, Kurtubi Surprise Status Izin Freeport Berubah

80images.jpg
Anggota Komisi VII DPR Kurtubi (Sumber foto : ISTIMEWA)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ada surprise yang dilakukan oleh pemerintah. Mereka baru saja mengubah status hubungan kerja PT Freeport Indonesia dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUP).

Terhadap aksi tersebut, Kurtubi mengaku cukup surprise. Anggota Komisi VII DPR itu menyebut bahwa apa yang dilakukan pemerintah adalah baru langkah awal. Nantinya langkah finalnya adalah pengelolaan sumber daya alam (SDA) dipegang oleh perusahaan Negara yang berkontrak langsung dengan perusahaan asing.

"Saya berpendapat langkah ini (Freeport menjadi IUPK) sebagai medium. Langkah finalnya pengelolaan harus perusahaan Negara yang berkontrak," ungkap Kurtubi di Jakarta Jumat (12/6/2015).

Menurutnya, dengan peralihan dari KK menjadi IUP setidaknya hampir sama dengan sektor pertambangan. Misalnya Antam i pilih menjadi perusahaan negara yang berkontrak dengan Freeport. Namun terlebih dulu, seluruh sahamnya dimiliki oleh negara, sehingga bisa disebut perusahaan negara.

Jika sistem ini telah diberlakukan, Kurtubi menegaskan, bahwa tidak akan ada lagi hal-hal yang akan memperkeruh hubungan kerja tersebut, misalnya saja terkait renegosiasi kontrak. Pasalnya menurut Kurtubi, sistem ini justru hanya akan membuat prosesnya menjadi tidak efisien. (ai)

tag: #DPR  #Kurtubi  #Komisi VII  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Gugum Ridho Putra Tegaskan Penunjukan Pj Ketua Umum PBB Hasil MDP Tidak Sesuai AD/ART

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 13 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) hasil Muktamar VI PBB di Bali Gugum Ridho Putra, SH.,M.Hum menolak hasil Musyawarah Dewan Partai (MDP) yang ...
Berita

Indonesia Belum Memiliki Regulasi Komprehensif Perampasan Aset Tanpa Pidana

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Indonesia hingga kini dinilai belum memiliki regulasi yang komprehensif yang secara khusus mengatur mekanisme perampasan aset tanpa tuntutan pidana atau non-conviction ...