Oleh Bachtiar pada hari Sabtu, 19 Nov 2022 - 21:52:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Selain Anies Belum Ada Deklarasi Capres Lagi, Kak Uchok: Karena Istana Masih Belum Berhasil Taklukkan PDIP

tscom_news_photo_1668869542.jpeg
Uchok Sky Khadafi Direktur Eksekutif CBA (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Hingga kini baru Anies Baswedan yang baru dideklarasikan sebagai calon presiden 2024 oleh partai Nasional Demokrat (NasDem). Adapun nama-nama lain yang bermunculan seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto belum juga dideklarasikan oleh partainya maupun sejumlah partai politik di luar NasDem.

Pemerhati Sosial Politik, Uchok Sky Khadafi menilai, belum adanya calon presiden yang dideklarasikan oleh parpol di luar NasDem karena istana menginginkan parpol di luar oposisi (PKS, Demokrat dan NasDem) dalam satu tarikan napas.

Menurut Kak Uchok, meski secara implisit istana melempar dukungan ke beberapa nama, namun hal itu hanyalah bagian dari manuver terhadap salah satu parpol yang masih belum seirama dengan keinginan istana yakni PDIP.

"Capres-capres istana yang akan muncul adalah Prabowo dari Gerindra dan Ganjar Pranowo kader PDI Perjuagan. Namun kedua capres ini belum berani melakukan deklarasi capres seperti Partai Nasdem mendeklarasi Anies. Mereka lagi menunggu sinyal dari Istana," kata Kak Uchok kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).

Kak Uchok menduga, belum beraninya nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo mendeklarasikan dirinya sebagai capres disebabkan pihak istana masih menemukan kendala politik pada salah satu capres.

Padahal, menurutnya, jika dilihat dari komposisi capres yang sudah didesain Istana sudah cukup memadai.

"Konon, Istana sedang mempersiapkan dua jago pasang capres. Dua pasang capres ini, bila sudah siap, akan pura pura diaduh seperti "ngaduh" ayam jago sebagai tradisi judi di kalangan rakyat jelata. Dari dua jago pasangan capres bikinan Istana ini, sudah mulai kelihatan siapa siapa saja mereka. Tentu bukan Anies Baswedan. Orang yang tidak disukai atau dibenci kalangan Istana," ucap Kak Uchok.

Belum adanya deklarasi, kata Kak Uchok lagi, pihak Istana membaca bila hari ini GP dipaksakan diusung oleh KIB, maka formulanya kurang pas.

"Masa kader tulen PDI P diusung partai lain. Bisa bisa GP kalah telak melawan Prabowo di Pilpres 2024, karena tidak didukung massa bawah PDI P," kata Kak Uchok.

Yang jelas kata Kak Uchok, pihak Istana sampai sekarang masih sabar menunggu PDI P mencalonkan dan mendeklarasikan GP sebagai capres.

"Tetapi, sepertinya pihak PDI P santai santai saja dengan manuver nakal istana, dan kampanye-kampanye GP yang kebelet ingin jadi capres PDI P," ujarnya.

Yang jelas, kata dia, ketua umum Megawati Soekarnoputri tidak terpancing dengan manuver istana terkait kontestasi pilpres.

"Biarpun dikirim beribu ribu dukun, dan kembang tujuh rupa, tetap saja Megawati Soekarnoputri tidak akan takluk oleh arahan dan rayuan Istana untuk mendukung GP jadi Capres PDI P.

"Oleh karena, yang tidak dipahami pihak Istana adalah Megawati Soekarnoputri sedang menunggu wangsit atau bisikan dari Bung Karno. Siapa Presiden Indonesia selanjutnya. Itulah sisi lain Politik Indonesia, yang tidak bisa dilihat dari sisi rasional saja," tutup Kak Uchok.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dirgahayu Indonesia 17 Agustus 1945 - 2022
advertisement
Ir.H. Achmad Hafisz Tohir - HUT RI ke 77
advertisement
Selamat HUT RI ke77 - Ahmad Najib
advertisement
Selamat HUT RI ke 77-Mohamad Hekal
advertisement
Selamat HUT RI ke77 - Ahmad Najib
advertisement