Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 28 Jan 2023 - 14:15:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Ali Wongso: Generasi Z Pemilik Masa Depan Indonesia Emas 2045 Harus Proaktif Perangi Politik Uang Pemilu 2024

tscom_news_photo_1674890150.jpg
Soksi Ali Wongso (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Generasi muda terutama generasi Z yang lahir pada 1995 -2010 bersama generasi alpha yang lahir pada 2010 -2025, kelak adalah pemilik masa depan Indonesia Emas 2045. Karena itu momen Pemilu 2024 mendatang, dimana akan melahirkan para pemimpin legislatif dan eksekutif disemua tingkatan pada periode 5 tahun kedepan, menjadi sangat penting dan strategis karena mereka ya akan terpilih pada Pemilu 2024 itu, akan sangat mempengaruhi apa yang diharapkan dan tidak diharapkan pada Indonesia Emas 2045 terutama bagi generasi Z dan alpha itu kelak.

Karena itu generasi Z yang turut memilih pada Pemilu 2024, harus proaktif dan mengambil posisi terdepan untuk memerangi politik uang dan kanibalisme politik, dengan cara mengedukasi rakyat pemilih khususnya kalangan generasi Z itu sendiri untuk menolak keras para calon pemimpin penganut politik uang dan mereka yang track record integritas dan prestasinya buruk.

Sebaliknya generasi Z mesti menggalang dan mendukung proaktif mereka para calon legislatif dan calon kepala daerah yang berintegritas, berkapasitas dengan gagasan-gagasan program inovatif yang aplikabel.

Karena itu upaya-upaya peningkatan kesadaran politik masyarakat khususnya bagi dan oleh generasi Z termasuk melalui jaringan sosial media digital harus ditumbuh kembangkan seluas-luasnya mulai dari sekarang.

Katakanlah "mari bergerak bersama : stop money politic demi masa depan kita", papar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI itu ketika memberikan pembekalan kaderisasi kepada 88 orang anggota FOKUSMAKER (Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan) Bogor , pada 27/01/2023 di Jimmers Mountain Resort Cisarua Bogor.

Lebih lanjut mantan Anggota DPRD DKI Jakarta dan DPR RI itu menjelaskan, ada dua hal substansial yang membuat generasi Z harus tampil terdepan untuk perangi politik uang ini.

Pertama, Pemilu legislatif dan Pilkada yang telah disertai maraknya politik uang selama ini terbukti tidak menghasilkan para pemimpin yang sesuai harapan rakyat dan tidak bisa diandalkan untuk membangun masa kini apalagi masa depan yang baik bagi generasi Z. Karena itu gènerasi Z mesti bersikap dan bergerak efektif.

Kedua, Politik uang dan turunannya seperti "kanibalisme politik" adalah perbuatan terlarang oleh Undang-Undang Pemilu karena politik uang itu sesungguhnya merupakan "kejahatan politik" yang mencederai nilai luhur demokrasi.

Namun, fakta Pemilu legislatif dan Pilkada di Indonesia hingga sementara ini telah berjalan tanpa penegakan hukum yang efektif oleh Bawaslu dan aparat terkait. Sehingga demokrasi berjalan tanpa hukum atau apa yang disebut dengan "anarkhisme" atau oleh Dr.Jefrey Winters disebut "demokrasi kriminal".

Menghadapi itu generasi Z tidak cukup mengkritisi Bawaslu dan sebatas meminta negara harus hadir menegakkan hukum dalam menyelamatkan demokrasi, tetapi juga harus segera membangun kesadaran politik rakyat pemilih mencegah dan memerangi politik uang demi masa depan generasi Z dan bangsa, kata politisi senior Partai Golkar itu.

Dalam ceramahnya pada kaderisasi Fokusmaker Bogor itu, Ketua Umum pertama Bakornas Fokusmaker itu meminta agar setiap anggota Fokusmaker mesti bisa mengidentifikasi dan mengaktualisasi diri menjadi kader bangsa berjiwa Pancasila dengan doktrin karya kekaryaan serta motto "cemerlang dalam pemikiran, teguh dalam perjuangan dan sederhana dalam penampilan".

Sebagai kader bangsa harus memiliki 5 hal yaitu idealisme yang menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme Indonesia, moral yang membuat kepribadian luhur dan beradab serta kemanusiaan, militansi yang membuat ketekunan dan semangat maju terus pantang mundur, intelektualitas yang membuat penguasaan iptek, wawasan dan cara berpikir rasional kritis komprehensif, serta profesionalisme membuat kader harus berkeahlian dan trampil dengan ide-ide yang berorientasi memecahkan masalah atau problem solving oriented.

Para mahasiswa anggota Fokusmaker sangat antusias menyimak materi ceramah Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu, didampingi Ketua Bakorcab Fokusmaker Bogor, Edi Koswara serta jajarannya.

Turut hadir mendampingi Ali Wongso, beberapa pimpinan nasional SOKSI antara lain Waketum Ansari Wiriasaputra dan Waketum Valentino Barus, Ketua Dr.Syafril Chaniago dan Irfan Syahrial, Wasekjen Prasetyo , Yacub dan Marjudin serta Anggota Dewan Pakar, Dondy dan Ketua Harian SOKSI Jakarta, Gus Aries.

tag: #soksi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement