Bisnis
Oleh Bani Saksono pada hari Senin, 06 Jul 2015 - 11:55:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Untung Dikelola Sendiri, Kenapa JICT Mau Diserahkan ke Asing Lagi

97Pelindo 2.jpg
Salah satu kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok (Sumber foto : indonesiaport.co.id)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Satu lagi perusahaan nasional yang mampu menghasilan keuntungan besar bagi negara, yaitu PT Jakarta International Container Teminal (JICT). Dalam dua tahun terakhir, JICT mampu meraih laba 162 juta USD dan 144 juta USD.

Tapi, ironisnya, Dirut PT Pelindo II (persero) RJ Lino ngotot ingin menyerahkan manajemen JICT kepada asing, yaitu PT Hutchison Port Holding (HPH) yang akan habis masa kontraknya. Menteri BUMN Rini Soemarno sudah menyetujui permohonan Lino tentang perpanjangan masa perpanjangan pengelolaan HPH atas JICT.

“Kami menolak rencana perpanjangan pengelolaan oleh HPH tersebut karena JICT sangat menguntungkan dan mampu dikelola sendiri oleh Pelindo II,” demikian surat Serikat Pekerja (SP) PT JICT yang ditandatangani ketua umum dan sekjennya Nova Sofyan Hakim dan M Firmansyan Sukardiman. Surat itu ditujukan kepada Menteri BUMN.

SP-JICT berpendapat, langkah Lino juga bertentangan dengan tekad Nawacita yang ingin mewujudkan kemandirian ekonomi di sektor-sektor strategis. Harusnya bisa dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia, tapi mengapa harus diserahkan ke asing lagi. “Proses perpanjangan konsesi JICT juga terindikasi melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.”

Tragisnya, pada 1999, JICT diprivatisasi dengan harga jual 243 juta USD, sudah termasuk in kind, namun pada perpanjangan pengelolaan 2015, harga jualnya hanya 215 juta USD. “Itu sungguh harga yang tidak wajar mengingat produktivitas dan fasilitas yang dimiliki sangat jauh dibanding pada 1999,” kata Nova. (b)

tag: #JICT dikelola asing  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...