Oleh Fath pada hari Kamis, 09 Apr 2026 - 09:52:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Gencatan Senjata AS-Iran, Bambang Patijaya Harap Logistik dan Perdagangan di Selat Hormuz Kembali Normal

tscom_news_photo_1775703153.jpg
Bambang Patijaya Politikus Partai Golkar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama dua pekan akan menurunkan ketegangan di Selat Hormuz.

Bambang Patijaya berharap, dengan dibukanya Selat Hormuz pasca gencatan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) lalu lintas perdagangan dan logistik crude produk BBM hingga LPG kembali lancar.

“Yang jelas gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran tentu akan menurunkan tingkat ketegangan situasi di Selat Hormuz. Nah sehingga waktu dua minggu ini seperti yang sudah disampaikan dan berita yang beredar berharap dengan dibukanya selat lalu lintas perdagangan dan logistik daripada crude, produk BBM dan LPG dapat melewati dan melintasi,” jelas Bambang kepada Kedai Pena, Kamis,9 April 2026.

Lebih lanjut, Bambang Patijaya menekankan, pentingnya kedua belah pihak untuk saling mencari titik temu dan menurunkan ego agar perang tidak kembali terjadi. Menurut Bambang, hal tersebut harus menjadi fokus selain tentunya terkait persoalan minyak dan gas dunia.

“Saya pikir dua minggu ini selain terkait dengan persoalan perdanganan minyak dan gas dan sebaiknya dilakukan upaya-upaya untuk mencari titik temu, menurunkan ego sehingga kemudian perang ini harusnya selesai,” jelas Bambang.

“Dan kita melihat reaksi pasar begitu diturunkan gencatan senjata ini harga minyak dunia baik itu indeks brent maupun indeks WTI itu langsung turun 15 sampai 17 persen kita akan lihat nanti trendnya hari ini,” sambung Politikus Partai Golkar ini.

Dengan demikian, tegas Bambang, gencatan senjata antara Iran- Amerika Serikat (AS) akan mencapai satu titik keseimbangan sehingga ketegangan di Selat Hormuz tidak berlarut-larut dan memberikan dampak kepada perekonomian global. Bambang berharap kembali terciptanya perdamaian dunia.

“Mudah-mudahan ini juga akan mencapai satu titik keseimbangan baru sehingga dengan drmikian ketegangan di selat hormuz ini tidak berlarut-larut dan juga memberikan dampak ekonomi secara menglobal sehingga kemudian kita mencapai satu yang namanya perdamaian dunia,” beber Bambang.

Tak lupa, Bambang juga mendukung, langkah pemerintah untuk mencari alternatif impor BBM dan LPG dari negara lain termasuk mempersiapkan transisi energi di tengah gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat.

“Ya itu tetap perlu dan sudah berjalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.

Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran. Salah satu dampak keputusan gencatan senjata ini ialah kembali dibukanya Selat Hormuz yang ditutup selama perang berlangsung.

Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement