Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 10 Apr 2026 - 19:45:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Pelaporan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dinilai Tepat

tscom_news_photo_1775825131.jpeg
Saleh Daulay Wakil Ketua Umum PAN (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Pelaporan terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi dinilai sebagai langkah yang tepat dan sesuai dengan ketentuan hukum. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap penegakan hukum dan prinsip demokrasi.
Meski tanpa survei, diyakini banyak masyarakat merasa terganggu dengan ajakan untuk mengonsolidasikan diri dalam upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

“Orang awam saja sangat mudah memahami ajakan itu. Karena disampaikan di muka umum dan direkam secara utuh, kontennya dengan cepat tersebar di media sosial. Ajakan tersebut sangat potensial ditafsirkan secara keliru dan dapat menimbulkan kegaduhan serta ketidaktertiban,” ujar Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay, Jumat (10/4/2026).

Ia menilai, jika aparat penegak hukum menelaah video tersebut, terdapat sejumlah potensi pelanggaran yang bisa dikaji lebih lanjut.

“Bisa saja dikaitkan dengan unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, perbuatan tidak menyenangkan, hingga ajakan untuk menurunkan pemerintahan yang sah,” tambahnya.

Menurutnya, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam demokrasi. Namun, apabila pernyataan yang disampaikan menimbulkan keresahan publik, maka hal tersebut dapat dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH) untuk ditindaklanjuti.

Karena itu, ia menegaskan pelaporan tersebut tidak boleh dianggap remeh dan harus diproses secara serius, mengingat semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

“Pihak kepolisian sudah seharusnya menindaklanjuti laporan ini agar penegakan hukum berlaku adil bagi semua pihak. Jangan sampai muncul kesan bahwa laporan terhadap aktivis tidak diproses,” tegasnya.

Di sisi lain, Saleh meyakini Presiden Prabowo tidak terlalu mempersoalkan pidato tersebut. Saat ini, Presiden dinilai lebih fokus pada berbagai agenda strategis nasional.

“Presiden tengah disibukkan dengan program swasembada pangan, pengembangan energi baru terbarukan, pendidikan, kesehatan, penanganan bencana, serta program prioritas lainnya dalam Asta Cita,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika pun mengetahui hal tersebut, Presiden kemungkinan akan menanggapinya secara biasa.

“Kalaupun mengetahui, mungkin hanya disikapi dengan tenang. Bisa jadi hanya dianggap sebagai dinamika kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan,” pungkasnya.

tag: #saleh-daulay  #pan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kegiatan Reses, TB Hasanuddin Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan Sembako di Sumedang

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
SUMEDANG (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Sumedang sebagai bagian dari tugas konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat secara ...
Berita

Peringatan 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Evaluasi Menhan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS di depan Istana ...