Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 29 Apr 2026 - 15:04:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Abraham Sridjaja Ingatkan Ancaman Narkoba Jenis Baru, Perkuat Literasi Digital untuk Lindungi Generasi Muda

tscom_news_photo_1777449865.jpg
Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi Digital bertema “Mengenal Bahaya Narkoba Jenis Baru yang Mengintai di Sekitar Kita” pada Kamis (23/4) pukul 13.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap munculnya berbagai jenis narkoba baru yang semakin beragam dan mudah diakses, termasuk melalui ruang digital.

Hadir sebagai narasumber utama, Abraham Sridjaja menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital turut dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkoba untuk menyasar masyarakat, khususnya generasi muda, dengan berbagai modus yang semakin canggih.

Dalam paparannya, Abraham mengingatkan bahwa narkoba jenis baru atau new psychoactive substances (NPS) menjadi ancaman serius karena sering kali belum banyak dikenal masyarakat, baik dari segi bentuk, efek, maupun cara penyebarannya.

“Peredaran narkoba kini tidak lagi konvensional. Banyak transaksi dilakukan secara tersembunyi melalui platform digital, sehingga sulit terdeteksi. Ini menjadi ancaman nyata yang harus kita waspadai bersama,” ujar Abraham.

Ia menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentengi masyarakat dari berbagai modus penyebaran narkoba di era digital. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali pola-pola mencurigakan serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau tawaran yang berbahaya.

Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Abraham juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, serta keluarga dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Ia menyampaikan bahwa edukasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kita perlu membangun kesadaran kolektif bahwa ancaman narkoba semakin kompleks. Kolaborasi lintas sektor dan penguatan edukasi menjadi kunci untuk melindungi generasi muda,” tegasnya.

Turut hadir sebagai narasumber, Yulianto Widirahardjo, yang menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai benteng dalam menghadapi berbagai ancaman sosial, termasuk narkoba. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga melemahkan ketahanan bangsa.

Sementara itu, Izzah Al Nabilah menjelaskan dari perspektif praktis mengenai jenis-jenis narkoba baru yang beredar serta dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental. Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dan peran keluarga dalam pencegahan.

Kegiatan yang dipandu oleh MC Azizah dan dimoderatori oleh Mesak Paidjala ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat umum. Diskusi yang berlangsung membahas berbagai strategi dalam mengenali dan mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di era digital.

Sebagai penutup, acara turut dimeriahkan dengan penampilan dari DG Band, yang memberikan suasana hangat dan interaktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin waspada terhadap bahaya narkoba jenis baru serta mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak.

Dengan literasi digital yang kuat dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia dapat melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement