Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 17 Jun 2026 - 14:01:37 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR: Koperasi dan UMKM Desa Harus Menjadi Pilar Ekonomi Baru Indonesia di Era Digital

tscom_news_photo_1781679697.jpg
Dave Laksono Wakil Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya transformasi digital dalam memperkuat pembangunan desa, koperasi, dan UMKM sebagai fondasi ekonomi nasional.

Webinar menghadirkan Dave Akbarshah Fikarno Laksono sebagai narasumber utama, didampingi Rosarita Niken Widiastuti dan Imam Persada Utama. Acara dipandu oleh moderator Wirananda Goemilang dan MC Dinda Nur Aprianty serta dimeriahkan penampilan Letter Wave Band.

Dalam pemaparannya, Dave Akbarshah Fikarno menegaskan bahwa desa merupakan jantung perekonomian bangsa yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, kerajinan, pariwisata, dan berbagai produk unggulan lokal lainnya. Menurutnya, pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan ekonomi desa melalui koperasi dan UMKM yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Desa memiliki potensi yang luar biasa. Ketika koperasi dan UMKM desa diperkuat, maka kita tidak hanya membangun ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Karena itu, transformasi digital harus menjadi bagian dari strategi pembangunan desa ke depan,” ujar Dave.

Dave menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM desa adalah keterbatasan akses pasar, permodalan, dan rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan produktif. Banyak pelaku usaha yang masih bergantung pada pasar lokal dan tengkulak sehingga nilai ekonomi yang diperoleh belum maksimal.

Menurutnya, digitalisasi menjadi solusi penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan platform e-commerce memungkinkan produk-produk desa menjangkau konsumen di berbagai daerah bahkan pasar internasional.

Selain itu, teknologi digital juga dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat promosi produk, dan membangun identitas merek yang lebih kompetitif.

“Literasi digital harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Internet bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga alat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk desa harus mampu bersaing melalui inovasi, branding yang kuat, dan pemanfaatan teknologi digital yang tepat,” tegas Dave.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara koperasi, UMKM, dan BUMDes dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri. Menurutnya, koperasi dapat menjadi penyedia modal dan bahan baku, UMKM menjadi penggerak produksi, sementara BUMDes dapat mendukung akses logistik dan konektivitas digital yang dibutuhkan masyarakat desa.

Lebih lanjut, Dave menegaskan komitmen pemerintah bersama Komisi I DPR RI untuk terus memperluas pembangunan infrastruktur digital dan meningkatkan literasi digital hingga ke pelosok desa. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi.

Sementara itu, Rosarita Niken Widiastuti menjelaskan bahwa koperasi dan UMKM merupakan instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal secara produktif, didukung oleh literasi keuangan yang baik, penguatan kelembagaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan, pengelolaan usaha, dan digitalisasi koperasi agar pelaku usaha desa mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi yang semakin kompetitif.

Pada kesempatan yang sama, Imam Persada Utama menjelaskan bahwa desa mandiri merupakan fondasi ketahanan ekonomi nasional yang harus dibangun melalui sinergi koperasi modern dan UMKM unggul.

Menurutnya, penguatan ekonomi desa memerlukan dukungan pendampingan berkelanjutan, optimalisasi Dana Desa, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi koperasi dan UMKM telah terbukti mampu meningkatkan daya saing produk desa serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dengan dukungan literasi digital yang kuat, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia secara berkelanjutan.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement