Oleh Fath pada hari Kamis, 25 Jun 2026 - 10:57:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Bobibos Siap Mengaspal di Timor Leste, Prioritaskan Petani, Nelayan, dan Peternak

tscom_news_photo_1782359869.jpg
Rui Castro Wakil Ketua Kamar Dagang Timor Leste (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Kamar Dagang Timor Leste Rui Castro, mengungkapkan update perkembangan
bahan bakar nabati (BBN) Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos atau lebih dikenal Bobibos di negaranya saat ini.

Rui begitu ia disapa mengungkapkan, saat ini proses Bobibos di negaranya telah masuk ke dalam tahap produksi usai menjalani trial sebelum dilaunching resmi di negaranya.

“Jadi, proses trial ini sudah selesai, nah sekarang kita sudah masuk produksi,” jelas Rui, Kamis, 24 Juni 2026.

Lebih jauh, Rui mengatakan, bahwa lambatnya progres launching Bobibos di negaranya disebabkan berbagai hal. Salah satunya, kata dia, ialah persiapan lahan hingga bahan baku jerami di negaranya.

“Kita harus persiapan lahan, lahan pertanian dengan baik, karena kita sudah mengambil sampel dari jerami itu di wilayah Timur, Barat dan Selatan sudah ambil. Kita sudah tes semua jerami itu,” tutur dia.

Dalam prosesnya, lanjut dia, jerami-jerami yang didapat di wilayah Timur hingga Selatan Timor Leste tersebut mengalami malnutrisi akibat kurang bagusnya lahan pertanian. Padahal, jerami berkualitas menjadi kunci prasyarat untuk memproduksi Bobibos.

“Jadi, sudah, trial sudah dilakukan di Indonesia dengan jerami-jerami yang ditanam di Indonesia, tapi trial juga sudah dilakukan di Timor Leste dengan jerami-jerami yang ditanam oleh petani di Timor Leste, hasilnya kita sudah dapat,” beber Rui.

“Dan itu sebagai satu bahan referensi, bahan dasar untuk kita bisa sosialisasikan ke petani, dengan pendampingan pertanian dengan komoditi padi itu akan lebih bagus, supaya bisa menghasilkan jerami yang berkualitas dengan padi yang berkualitas juga,” sambung Rui.


Berikan Dampak Besar di Tengah Kebutuhan Energi Fosil

Rui tak menampik, bahwa kehadiran Bobibos di negaranya nanti akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi warga Timor Leste. Tak hanya soal ketahanan energi, tegas dia, kehadiran Bobibos akan berdampak pada kemandirian pangan khususnya untuk komoditi padi di negaranya.

“Kebutuhan Timor Leste itu untuk minyak fosil itu sekitar 8 juta liter per bulan, total 1 tahun 96 juta liter, untuk mungkin 1-2 tahun mungkin 100 juta per tahun liter. Kalau Bobibos bisa mengambil pasar tahun ini sampai dengan 2020-2027 kita akan mulai berinvestasi dengan per bulannya 1,8 sampai 2 juta liter. Tahun depan, 2027 mungkin 2028, kita bisa tingkatkan untuk sampai 4 juta. Itu harapan kita,” jelas Rui.

Rui bersyukur Bobibos bisa hadir di negaranya di tengah berlomba-lombanya dunia untuk menciptakan energi baru terbarukan pengganti fosil. Rui memastikan, bahwa produksi skala kecil siap dilakukan di Timor Leste saat ini.

“Produksi untuk skala kecil, untuk kebutuhan internal, kita sudah bisa mulai. Kita sudah bisa mulai, mungkin diperuntukkan untuk petani kita, peternak kita, nelayan kita, untuk kebutuhan internal industrinya kita, itu sudah bisa dilakukan,” tegas dia.

Rui melanjutkan, bahwa Bobibos akan mulai dipasarkan kepada petani dan nelayan di negaranya terlebih dahulu. Bobibos, ungkap dia, akan mulai dipasarkan ke sektor-sektor produktif di Timor Leste.


“Prioritas kita, pasar kita adalah untuk petani. Supaya mereka bisa, petani punya traktor, bisa mendapatkan minyak yang murah dan berkualitas untuk pengolahan lahan. untuk transportasi-transportasi, ya, untuk peternak, untuk nelayan yang membutuhkan minyak-minyak yang murah, supaya mereka bisa, petani punya traktor, bisa mendapatkan minyak yang murah dan berkualitas untuk pengolahan lahan,” tegas dia.

Dengan demikian, tegas dia, hadirnya Bobibos akan membuat komoditi-komoditi yang dijual petani, nelayan hingga peternak akan menjadi murah. Dampaknya, akan turut membuat produksi dari petani, nelayan hingga peternak di Timor Leste mampu bersaing dengan produk pertanian dari luar negara.

“Nah, itu target pasar kita jelas. Tetapi kita juga tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat luas. Tetapi menjadi prioritas kita bahwa Bobibos dengan bahan baku dari petani, jadi petani punya hak lebih banyak untuk bisa mendapatkan minyak yang berkualitas dan murah, diperuntukkan untuk sektor produktif,” pungkas dia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement