Oleh Ariady Achmad Founder teropongsenayan.com pada hari Kamis, 02 Jul 2026 - 20:47:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Menilik Status Kepemilikan Lapangan Golf Rawamangun vs Senayan: Antara Warisan Sejarah dan Aset Negara.

tscom_news_photo_1783000023.jpg
(Sumber foto : )

*TEROPONGSENAYAN – JAKARTA* – Lapangan golf di tengah megahnya megapolitan Jakarta bukan sekadar ruang terbuka hijau atau arena rekreasi kaum jetset. Lebih dari itu, lapangan golf di ibu kota menyimpan dinamika kepemilikan dan sejarah yang kompleks.
Dua nama yang paling sering menyedot perhatian publik adalah *Lapangan Golf Rawamangun* di Jakarta Timur dan *Lapangan Golf Senayan* di jantung Jakarta Pusat. Meski sama-sama menjadi primadona para pegolf, kedua lapangan legendaris ini ternyata memiliki status kepemilikan dan model tata kelola yang jauh berbeda.
Siapa sebenarnya pemilik kedua lapangan golf ini? Bagaimana komparasi objektif di antara keduanya? Berikut ulasan mendalam khas TeropongSenayan.
Lapangan Golf Rawamangun: Mandiri di Tangan Anggota, Berstatus Cagar Budaya
Banyak yang mengira Lapangan Golf Rawamangun dikuasai oleh konglomerat atau korporasi swasta raksasa. Namun, fakta menunjukkan hal sebaliknya. Lapangan golf yang secara resmi bernama *Jakarta Golf Club (JGC)* ini mengusung konsep member-owned club (perkumpulan mandiri).
Artinya, kepemilikan JGC berada di bawah naungan organisasi klub yang dimiliki bersama oleh para anggotanya. Berdiri di atas lahan seluas 36 hektare, kawasan ini tidak dikomersialkan secara bebas seperti lapangan modern, melainkan dikelola bersama oleh yayasan dan perkumpulan.
Nilai eksklusivitas Rawamangun tidak datang dari kemewahan modern, melainkan dari sejarahnya yang tak ternilai:
* *Tertua di Indonesia:* Didirikan pada tahun 1872 dengan nama Batavia Golf Club, menjadikannya lapangan golf tertua di Indonesia dan tertua kedua di Asia setelah Mumbai, India.
* *Situs Cagar Budaya:* Sempat berlokasi di kawasan Gambir, lapangan ini pindah ke Rawamangun pada tahun 1934. Karena nilai historisnya yang kuat, kawasan hijau ini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya yang wajib dilindungi.
Lapangan Golf Senayan: Aset Negara yang Dikelola Swasta
Kontras dengan Rawamangun, *Lapangan Golf Senayan* (yang kini populer dengan nama Senayan Avenue) memiliki status kepemilikan yang murni berstatus *Aset Negara*. Lahan strategis ini berada di bawah wewenang Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Karena statusnya sebagai aset negara di kawasan ring satu, pengelolaan Lapangan Golf Senayan menggunakan skema kerja sama pemanfaatan aset:
* *Kemitraan Swasta:* Pemerintah menggandeng pihak swasta (saat ini dioperasikan oleh Ottolima Group / PT Sinar Kemala Intermetro Golf) untuk mengelola kawasan.
* *Orientasi Gaya Hidup Modern:* Berbeda dengan JGC yang kental dengan nuansa tradisional, Senayan disulap menjadi pusat sport tourism dan lifestyle hub modern yang mengintegrasikan lapangan golf, driving range teknologi tinggi, hingga wisata kuliner premium di tengah kota.
Perbandingan Tajam: JGC Rawamangun vs Senayan
Untuk melihat secara jernih perbedaan kedua lapangan ini, berikut adalah tabel komparasi tata kelola keduanya:
| Komponen | Lapangan Golf Rawamangun (JGC) | Lapangan Golf Senayan |

| *Status Kepemilikan Lahan* | Cagar Budaya / Yayasan JGC | *Aset Negara* (Kemensetneg via PPKGBK) |
| *Operator Pengelola* | Komunitas / Perkumpulan Anggota | Perusahaan Swasta Komersial |
| *Visi Utama* | Pelestarian Sejarah & Komunitas | Penerimaan Negara & Lifestyle Tourism |
| *Karakter Lapangan* | Klasik, menantang dengan pohon-pohon tua | Modern, dinamis, terintegrasi pusat kota |

Dua Wajah Golf Ibu Kota
Secara objektif, baik Rawamangun maupun Senayan memiliki peran penting yang saling melengkapi bagi lansekap Jakarta.
Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun adalah penjaga sejarah. Keberadaannya mempertahankan romantisme masa lalu dan kelestarian cagar budaya yang dikelola secara independen oleh komunitasnya. Di sisi lain, Lapangan Golf Senayan adalah simbol modernisasi aset negara, di mana pemerintah berhasil mengoptimalisasi lahan publik menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif dan olahraga modern melalui sinergi swasta.
Bagi warga Jakarta, keduanya adalah paru-paru kota yang berharga, yang masing-masing bercerita tentang masa lalu dan masa depan olahraga golf di tanah air.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Lainnya
Opini

PT Harmoni Alam Manise Bantah Tuduhan Tambang Ilegal, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Tersangka Tidak Berdasar

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Senin, 29 Jun 2026
teropongsenayan.com Jakarta/Maluku – PT Harmoni Alam Manise (PT HAM) melalui kuasa hukumnya menyampaikan klarifikasi atas penetapan tersangka terhadap Direktur Utama PT HAM, Direktur Utama PT ...
Opini

Semiotika Politik Jokowi Menginjak Kepala

Dalam prosesi acara "Karnaval Gajah" di Lampung, 27Juni 2026, Jokowi melakukan akrobat politik. Duduk di Kedaton Keagungan Lampung, mengenakan pakaian putih berselempang tulisan ...