Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:23:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Politisi F-Demokrat Bambang Purwanto Bantah Pernyataan BNPB Terkait Dampak Kebakaran Hutan

tscom_news_photo_1790414618.jpg
(Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Bambang Purwanto membantah pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto perihal laporannya kepada Presiden terkait kondisi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat akibat dampak kebakaran hutan yang saat ini sudah kembali normal. Dengan tegas anggota DPR asal dapil Kalimantan Tengah menyebutkan kondisi saat ini yang disebutkan sudah normal itu tdak benar.

‎Anggota Komisi IV mengatakan akibat karhutla berdampak terhadap kehidupan masyarakat sangat terganggu, terutama munculnya penyakit ispa yang terus meningkat.

"Artinya pengaruh asap menjadi sebab meningkatnya penyakit yang diderita masyarakat, belum lagi akibat asap mobilitas masyarakat juga terganggu yg tentu berakibat terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Bambang kepada wartawan di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

‎Begitu juga kata dia kondisi saat ini sulitnya para peternak mencari makanan ternak yang akan mengancam kelangsungan hidup ternak masyarakat. Selain itu berdampak kepada masyarakat terhadap bidang pertanian karena akibat asap tebal menghambat sinar matahari sehingga akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

‎"Banyak masyarakat kehilangan tanaman perkebunan baik sawit dan karet juga tanaman pangan, yang artinya mereka kehilangan pendapatan, apa lagi ada beberapa rumah ikut hangus terbakar. Hal-hal seperti ini, sesuai fakta dilapangan yg semestinya dilaporkan kepada Presiden agar Presiden tidak salah mengambil keputusan," ujarnya.

‎Bambang meminta kepada kepala BNPB tidak asal memberikan laporan secara umum kepada Presiden, namun harus detail dari semua itu. Menurut dia baiknya tim BNPB harus secara detail memberikan laporan tidak hanya dampak kebakaran teratasi, namun akibat dampak dari semua itu yang perlu di atasi."Mencegah hal yang penting, tapi pemerintah juga harus merespon cepat bagaimana mengatasi dari dampak semua itu," bebernya.

‎Seperti kita ketahui sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kehidupan masyarakat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berjalan normal meski terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Pernyataan tersebut disampaikan Suharyanto melalui konferensi video bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Suharyanto mengatakan, asap tebal itu belum teratasi karena pemerintah belum dapat melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di kedua provinsi tersebut.

‎Adanya asap tebal tersebut membuat penerbangan tidak dapat dilakukan, baik untuk OMC maupun penerbangan komersil.Suharyanto memperkirakan, karhutla akan berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement