Berita
Oleh Emka Abdullah pada hari Kamis, 16 Jul 2015 - 22:39:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Usul Din Soal Kalender Islam Didukung Gus Solah

90GusSolah.jpg
Gus Solah (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin telah mengumumkan Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriyah jatuh pada hari Jumat, 17 Juli 2015. Kepastian tersebut diambil setelah Kementerian Agama bersama para pimpinan Ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah dan NU menggelar sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Kamis sore (16/7/2015).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyambut baik penetapan 1 Syawal 146 Hijriyah yang diumumkan pemerintah sama dengan yang ditetapkan Muhammadiyah. Dengan demikian tidak ada perbedaan perayaan idul fitri.

Muhammadiyah sendiri, menurut Din, sudah jauh-jauh hari mengumumkan 1 Syawal 1436 Hijriyah jatuh pada Jumat, 17 Juli 2015.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapan 1 Syawal dengan menggunakan hisab atau perhitungan. Sedangkan pemerintah, termasuk juga NU, menetapkan 1 Syawal dengan menggunakan dengan melihat bulan dan hisab.

Din mengharapkan agar ke depan umat Islam Indonesia, bahkan umat Islam dunia memiliki kalender Islam yang bersifat tahunan. Dengan kalender tahunan itu, kata Din, tidak akan ada lagi kontroversi dan perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.

"Penetapan 1 Syawal sudah waktunya kita semua memiliki kalender Islam yang bersifat tahunan dan terpenting bersifat global," ujar Din saat jumpa pers bersama Menteri Agama usai sidang isbat.

Usul Din disambut positif Ketua PBNU KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah. Gus Solah mengajak para pimpinan Ormas Islam bersama Kementerian Agama dan MUI duduk bersama dan membahas masalah kalender tahunan umat Islam.

"Mari kita duduk bersama membicarakan kalender tahunan umat Islam itu," ujar Gus Solah di Jombang yang dihubungi TeropongSenayan, Kamis (16/7/2015) malam.(yn)

tag: #din syamsuddin  #kalender islam  #gus solah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...
Berita

Andina Thresia Narang Dorong Pemuda Jadi Pencipta Inovasi Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mendorong pemuda menjadi pencipta inovasi digital. Ia menilai generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara ...