Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 02 Agu 2015 - 15:31:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Jika Hanya Ada Calon Tunggal, Sebaiknya Pilkada Diundur

43pilkada_serentak.jpg
Pilkada 2015 (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, jika pemilihan kepala daerah (pilkada) hanya diikuti pasangan calon tunggal, maka sebaiknya pelaksanaannya diundur saja. Pasalnya, hal ini dapat disalahgunakan untuk menyuburkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dirinya juga meminta wacana calon tunggal dalam pilkada dikaji ulang karena akan berdampak terhadap banyak hal, diantaranya mengubah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pilkada serta Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015.

"Sebaiknya diundur saja, sebab calon tunggal bila disalahgunakan dapat menyuburkan praktek KKN dan penguasaan rezim tertentu terhadap sebuah daerah," kata Hendri saat dihubungi TeropongSenayan, Minggu (2/8/2015).

Pasalnya, jika cuma hanya satu calon dalam pilkada, maka bisa dipastikan pilkada hanya menghambur-hamburkan uang. Hal ini karena biaya pilkada tidak sedikit.

"Yang membutuhkan biaya sangat besar membuat setiap calon mulai berhitung ekonomi dan mengalahkan visi atau misi idealis," ungkapnya.

Bila calon petahana terlalu kuat, ada baiknya menunggu lima tahun lagi daripada bertarung dan hanya menghambur-hamburkan uang saja.

"Parpol kalau enggak ada yang berani maju, juga pasti tidak berani memaksakan. Dananya dari mana? Apalagi kalau terlihat kemungkinan kalahnya besar. Jadi kalau ditanya apakah Parpol bermasalah? Iya, mereka gagal mendapatkan kepercayaan publik untuk memunculkan pemimpin yang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya. (mnx)

tag: #pilkada serentak 2015  #KPU  #wacana Calon Tunggal  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...