Berita
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Minggu, 30 Agu 2015 - 20:18:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Mantan Menkeu Sebut Indonesia Lebih Parah Ketimbang Malaysia

78Fuad-bawazier1.jpg
Fuad Bawazier (Sumber foto : Mulkan Salmun)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Krisis global yang berakibat pada pelemahan mata uang Ringgit Malaysia jauh lebih buruk dibandingkan Indonesia. Namun, dalam hal stabilitas nasional dan dampak yang diakibatkan, Negeri Jiran itu disebut lebih baik ketimbang Indonesia.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Soeharto Fuad Bawazier di sela-sela diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (30/8/2015).

Menurut Fuad, selain karena dampak krisis global, keterpurukan yang melanda mata uang Ringgit Malaysia diperburuk oleh faktor ketidakpercayaan internal atau dalam negeri terhadap pemerintah, akibat kasus dugaan korupsi yang menimpa Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Namun, kata dia, secara fundamental perekonomian Malaysia relatif belum terguncang, setidaknya belum berdampak pada tatanan perekonomian nasional sebagaimana yang terjadi di Indonesia.‎

"Iya, dalam hal keterpurukan currency yang terakhir ini Malaysia paling buruk, kita nomor dua. Tapi, meskipun sudah didemo, di Malaysia sampai sekarang belum terdengar akan ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), dan belum menaikkan harga sembako," ujar Fuad.

Hal itu, menurut Fuad, berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi Indonesia.

"Kita sudah ada banyak PHK, harga sembako naik semua. Jadi, sejatinya‎ kita lebih parah dari pada Malaysia," tegas Fuad.

‎Bagi dia, tindakan PHK di Indonesia yang sangat besar serta kenaikan harga kebutuhan pokok menunjukkan bahwa Indonesia jauh lebih lemah.

"Di sini kita sudah dengar banyak PHK. Belum sempat di sana ada kenaikan sembako yang buat rakyatnya berteriak, di sini sudah. Jadi memang di mata uang saja mereka jatuh, sedangkan yang lain belum seberat kita," ungkapnya.

Fuad pun meminta agar pemerintah tidak selalu menyalahkan faktor eksternal (krisis global), tetapi perlu segera mengantisipasi dan memperbaiki keadaan dan ancaman krisis yang terus memburuk.

"Jadi kita harus perbaiki diri kita. Kita jangan terus menerus menyalahkan faktor global. Kan semuanya kena. Cuma kena itu kan ada yang tewas, ada yang semaput, ada yang pingsan, ada yang goyang, ada yang sempoyongan, ada juga yang cepat sehat. Itu yang membedakan," pesan Fuad.(yn)

tag: #ekonomi indonesia  #menkeu  #malaysia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...