Berita
Oleh Ilyas pada hari Senin, 05 Okt 2015 - 11:12:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi tak 'Nendang', Ini Pandangan Analis UI

38paket-kebijakan.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

DEPOK (TEROPONGSENAYAN) - Analis ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rizal E. Halim mengatakan pemerintahan Jokowi perlu memfokuskan kebijakan jangka pendek yang sifatnya insidental untuk memberi rasa aman dan optimisme masyarakat. Hal itu diungkapkannya karena dua paket kebijakan ekonomi Jokowi yang dikeluarkan beberapa waktu lalu masih kurang 'nendang'.

"Persoalan yang tengah dihadapi masyarakat dan pelaku usaha saat ini membutuhkan intervensi konkret yang bersifat jangka pendek sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan," kata Rizal di kampus UI Depok, Senin (5/10/2015).

Pernyataan Rizal ini terkait dengan dikeluarkan dua paket kebijakan sepanjang September 2015. Paket pertama, berisi paket deregulasi 134 kebijakan yang dipandang menghambat perekonomian nasional.

Paket kedua, mempermudah prosedur investasi dan menarik investasi masuk ke Indonesia. Targetnya proses perizinan investasi dan penanaman modal hanya memakan waktu 3 jam.

"Secara umum, tidak ada yang salah dengan kebijakan ini dan pada prinsipnya sangat kita butuhkan untuk mendorong daya saing ekonomi nasional," katanya.

Ia juga menilai kedua paket kebijakan pemerintah ini secara natural merupakan kebijakan yang bersifat jangka menengah dan panjang. Hal ini karena sentuhan paket kebijkan ini menitikberatkan pada sektor hulu.

Namun, lanjut dia, persoalannnya paket kebijakan itu memerlukan waktu dan proses sehingga dampaknya dapat dirasakan beberapa waktu ke depan.

Direktur Eksekutif Lingkar Studi Efokus ini mengatakan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah langkah konkret dalam mengatasi persoalan-persoalan ekonominya.

Misalnya, melakukan koordinasi dengan industri dan para pelaku usaha untuk menahan diri dan tidak melakukan PHK sambil mencarikan solusi optimal sebagai "quick-win" agar industri bisa tetap jalan.

Melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan atau menekan lonjakan harga barang pokok, mendorong ekspor UMKM, realokasi sebagian subsidi yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu dalam bentuk cash transfer.

"Bisa saja pemerintah melakuan penyesuain harga BBM dan TDL merespons penurunan harga minyak dan lain sebagainya," katanya.

Saat ini, kata dia, masyarakat terus dihadapkan pada kondisi penurunan pendapatan, PHK, lonjakan harga barang pokok, dan lain sebagainya. (iy)

tag: #Paket kebijakan ekonomi  #paket ekonomi jokowi  #ui  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...