Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 15 Okt 2015 - 22:14:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Konflik Agama Terjadi Dua Kali, Fadli Zon Minta Aparat Hukum Dievaluasi

14DPR_KONPRES_KEPULANGAN_HAJI_9.jpg
Fadli Zon (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dua kali Indonesia dilanda konflik mengenai isu agama. Pertama kasus pembakaran musholla di Tolikara, Papua. Lalu, kasus pembakaran gereja di Aceh Singkil.

Melihat itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebutkan, seharusnya konflik-konflik suku, agama dan ras (SARA) bisa dihindari jika aparat penegak hukum dapat melaporkan daerah yang berpotensi.

"Laporan-laporan yang berpotensi terjadinya pertistiwa SARA itu harus bisa diredam lebih awal. Ini pelajaran buat aparat penegak hukum, ini sudah dua kali terjadi jangan sampai ketiga kali terjadi," ujar Fadli Zon di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini meminta agar dilakukannya evaluasi yang menyeluruh terhadap aparat penegak hukum.

"Ini harus kita evaluasi kenapa bisa terjadi, kita punya aparat. Intelejen seharusnya bisa mendeteksi ancaman-ancaman konflik yang akan terjadi sehingga bisa diselesaikan secara persuasif," jelasnya. (mnx)

tag: #konflik agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...