Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 30 Nov 2015 - 15:40:00 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Diminta 'Turun Tangan' Usut Pembelian Kasur Mewah di DPR

2kpk.jpg
KPK (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Peneliti anggaran dari Centre for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi mendorong KPK agar melakukan pengusutan terkait pembelian kasur oleh pihak Kesekjenan DPR RI.

"KPK harus turun tangan menyelidiki pembelian kasur oleh Kesekjenan DPR dan KPK harus segera memanggil ibu Sekjen DPR terkait hal itu," tegas dia di Nusantara III DPR RI Jakarta, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, ini penting dilakukan KPK karenadalam pembelian kasur tersebut tercium adanya ketidakwajaran dalam hal pemenang tendernya.

"Contoh, pengadaan kasur untuk Rumah Jabatan Anggota (RJA) DPR Kalibata dimenangkan oleh Heros Jaya International dimana harganya terlalu mahal dengan penawaran Rp 7.340.377, sementara ada perusahaan bernama PT Elite Permai Metal Works yang paling rendah penawarannya dikalahkan dengan penawaran berkisar Rp 7.162.061.000, nah, menurut catatan CBA ada potensi kerugian negara sebesar Rp 178.316.000," ungkap dia.

Menurutnya, anggota DPR saat ini banyak permintaannya, padahal minim prestasi. Permintaantersebut dinilaitidak mencerminkan kondisi rakyat yang sedang susah.

"Ternyata bukan 'papa minta saham saja', DPR sekarang 'papa minta kasur mewah', biar beda kasurnya dengan rakyat miskin," sindir dia. (iy)

tag: #gedung-dpr  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

‎Polemik Mahasiswa Yahukimo, Wagub Turun Tangan Langsung

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 06 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kerap menjadi viral adanya ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Manokwari, Papua Barat, terpaksa mengungsi ke Gereja Gidi Misia Manokwari karena dikeluarkan oleh ...
Berita

Yanuar Arif Apresiasi Penolakan Visa Israel Houghton: Negara Harus Tegas Jaga Kedaulatan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, mendukung sikap tegas Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyatakan akan menolak permohonan visa musisi asal ...