Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 23 Nov 2014 - 08:00:52 WIB
Bagikan Berita ini :
Kumpulkan Duit di 19 Kementerian

Anies Masih Cari Dana Kartu Pintar

52Anies Baswedan.jpg
Mendikbud rapat dengan DPD di Senayan. (Sumber foto : Mulkan Salmun/TeropongSenayan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Untuk menunjang Program Kartu Indonesia Pintar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikud) Anies Baswedan mengaku sedang berkoordinasi dengan 19 kementerian di Kabinet Kerja. Perlunya untuk mengumpulkan duit yang berasal dari program sosial yang ada di setiap kementerian tersebut.

Menurut Anies, program sosial yang selama ini ada belum berjalan efektif. Alasannya, karena masih jalan sendiri-sendiri. Cara seperti itu dinilainya, menghamburkan anggaran, bukan menghemat anggaran. Jika dikoordinasikan, dia yakin, duit-duit dari program sosial itu dapat dipakai untuk mendukung program baru Jokowi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Dari awal pemerintahan Pak Jokowi itu ingin semua program-program bantuan sosial itu dijalankan secara dikonsolidasi," kata Anies kepada TeropongSenayan di Gedung RRI, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11/14).

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini menjelaskan, pihaknya akan membuat sistem penghematan anggaran lewat percetakan dan distribusi. Selain itu juga Anies mengatakan kalau Kartu Indonesia Pintar bakal didistribusikan langsung ke keluarga siswa melalui data sekolah.

"Kalau percetakan dan distribusi saja dikerjakan sendiri-sendiri mahal. Karena itu alasan dikonsolidasi adalah untuk efisiensi," pungkasnya. Namun dia tak menjelaskan berapa besar anggaran yang bisa dikumpulkan dari program sosial di 19 kementerian tersebut. (b)

tag: #Cari dana KIP  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...