Berita
Oleh agus eko cahyono pada hari Minggu, 08 Feb 2015 - 15:25:30 WIB
Bagikan Berita ini :
Indonesia Tidak Minati Mobil Malaysia

Hatta: Pemasaran Proton Gunakan Jaringan Intelijen dan Birokrasi

93hatta taliwang.jpg
hatta taliwang (Sumber foto : Eko Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Pasar otomotif Malaysia Proton masih minim dan kurang diminati masyarakat Indonesia. Selain tehnologi yang kalah degan produk otomotif Jepang dan Eropa, bisa jadi sentimen masyarakat terhadap negara tetangga yang cenderung negatif bisa jadi salah satu faktornya.

"Barangkali dengan masuknya Hendropriyono di Proton pemasaran Proton bisa dibantu jaringannya," kata Direktur eksekutif Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang kepada TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (8/2/2015).

Apalagi, kata Hatta, sistem pemasaran di Indonesia bukan benar-benar murni pasar tapi sering ada kepentingan politik di situ. "Bisa saja pemasaran Proton nanti, menggunakan jaringan intelijen yang dimiliki Hendro. Lho, dia kan kuat jaringan intelijennya," terang mantan anggota Komisi IX DPR.

Yang sangat disayangkan, lanjut Hatta, menteri perindustrian tidak mengetahui hal itu. "Kelihatannya memang ini programnya Hendro pribadi yang tentu saja didukung presiden, jadi bukan program pemerintah utuh sehingga tidak melibatkan kementrian," katanya.

Dengan kerjasama menggandeng Proton, mungkin Hendro menjanjikan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Dengan kerjasama ini, sambung aktivis HMI, tentu saja, perusahaan otomotif Jepang yang sudah lama di Indonesia tidak akan tinggal diam. "Dia pasti tak mau diganggu dan memperkuat jaringan di dalam negeri," ungkapnya.

Hatta juga menganggap kebijakan ini juga mengecewakan rakyat apapun alasannya. Apalagi ada kecenderungan nanti Hendro akan memaksakan jalur pemasaran melalui birokrasi. Misalnya menjadi kendaraan operasional, atau mobil dinas di pemerintahan, TNI dan Polri.

"Kalau sekarang Presiden Joko Widodo tidak bisa menolak, pada saat pemasaran pun akan melakukan hal sama menghadapi permintaan Hendro. "Ya, mungkin inilah politik balas budi, Jokowi kepada majikannya yang telah menjadikannya sebagai presiden. Hedrokan dianggap berjasa menaikkan Jokowi dengan jaringan intelijennya," pungkasnya. (ec)

tag: #pemasaran  #intelijen  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Analis Apresiasi Menteri Imipas Tegas Berantas Narkotika di Lapas, Selaras Asta Cita Prabowo

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 11 Apr 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dukungan terhadap langkah tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Jenderal Pol. (Purn) Pol. Drs. Agus Andrianto, SH., M.H., dalam memberantas peredaran ...
Berita

Sosialisasikan UU Lalu Lintas, Squad Nusantara Kab Tangerang Gandeng Polresta Tangerang

KABUPATEN TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, Squad Nusantara Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Polres ...