Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Senin, 16 Feb 2015 - 21:16:50 WIB
Bagikan Berita ini :
Protes Soal Hukuman Mati

Hikmahanto: Dimana Suara Sekjen PBB Saat TKI Dihukum Mati

50Hikmahanto Juwana (mulkan).jpg
Hikmahanto Juwana (Sumber foto : Mulkan Salmun/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana menyesalkan sikap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon yang meminta pemerintah Indonesia menghentikan kebijakan hukuman mati bagi gembong narkoba.

Ia menilai, permintaan Ban Ki Moon tersebut bertendensi memihak negara-negara maju anggota PBB yang warganya menjadi salah satu calon yang akan dieksekusi mati pemerintah Indonesia. ‎

‎"Permintaan Ban Ki Moon sungguh disayangkan karena kecenderungan melakukan intervensi dan membela negara-negara maju di PBB," kata Hikmahanto di Jakarta, Senin (16/2/2015‎).

Justru sebaliknya, ucap Hikmahanto, mengapa Ban Ki Moon bungkam saat warga negara Indonesia menjadi salah satu terpidana mati di luar negeri.‎

‎"Dimanakah suara Ban Ki Moon ketika Ruyati harus menjalani hukuman mati di Arab Saudi? Apakah karena Ruyati berkewarganegaraan Indonesia, dan Indonesia bukan negara maju sehingga suara Ban Ki Moon absen?," kesalnya.

Ruyati merupakan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi yang dihukum pancung oleh pemerintah setempat pada Sabtu 18 Juni 2011 silam, lantaran dituduh membunuh seorang wanita Saudi.

Lebih lanjut, Hikmahanto mempertanyakan kesadaran Ban Ki Moon terhadap bahaya Narkoba. Semestinya, kata dia, sebagai pemimpin besar dunia Ban Ki Moon memiliki empati terhadap korban narkoba. "Mengapa beliau justru berempati pada pelaku tetapi tidak kepada korban (narkoba)," ungkap dia.

Pun demikian, Hikmahanto mengatakan bahwa hukuman mati tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia saja. Ia mengatakan bukankah di belahan negara lain juga melaksanakan kebijakan yang sama.‎ ‎ ‎"Lalu bagaimana dengan AS yang di sejumlah negara bagian masih mengenal hukuman mati, juga Malaysia, Singapura dan Arab Saudi?‎. Apakah pernyataan Ban Ki Moon tidak tendensius dan merendahkan martabat dan kedaulatan Indonesia," tegasnya.

Seperti diketahui, Sekjen PBB Ban Ki-Moon menyurati Indonesia dan menelepon Menteri Luar Negeri Indonesia agar tidak melanjutkan kebijakan hukuman mati bagi narapidana mafia narkoba. Padahal, PBB sendiri menggalakkan program agar negara-negara anggotanya melakukan kampanye anti-narkoba.(yn)

tag: #PBB  #Ban Ki Moon  #Hukuman Mati  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...