Bisnis
Oleh Sahlan pada hari Sabtu, 21 Mar 2015 - 12:06:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Formappi: Modus Permainan Anggaran DPRD Lebih Jorok

3Sebastian Salang.jpg
Ketua Formappi Sebastian Salang (kedeua dari kiri) saat diskusi Prespektif Indonesia di Gado-Gado Boplo Jakarta Pusat. (Sumber foto : Sahlan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Modus penyelewengan anggaran di RAPBN yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berbeda. Di DPR, anggota bermain halus sedangkan DPRD lebih jorok.

Demikian dikatakan Ketua Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang dalam diskusi "Pengalaman Mengelola Anggaran" yang diadakanPopuli Center dan SMART FM 95,9 di Jakarta, Sabtu (21/03/2015).

"Kalau DPR semakin lama semakin canggih dan semakin halus melakukan modus penyelewengan anggaran, sebaliknyaDPRD bermain jorok," kata Sebastian.

Diamenggungkapkan, pola yang dilakukan para anggota dewan untuk melakukan penyelewengan di dalam anggaran sangat tertata dan teratur, ini bisa kita lihat pembagian proyek-proyek melalui dapil masing-masing.

"Coba lihat, ada pembangunan jalan yang diaspal, tetapi di beberapa meter jalan ada yang tidak diaspal, karena dia beranggapan sudah tidak masuk daerah pilihannya," kata Sebastian. (al)

tag: #Permainan Anggaran DPRD  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...