Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 07 Apr 2015 - 16:16:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Menkumham dan Komisi I DPR Bahas RUU Perjanjian Dengan Vietnam

70Komisi I.jpeg
Rapat Kera Komisi I DPR RI bersama Menteri Hukum dan HAM (Sumber foto : Sahlan Ake/teropongsenayan.com)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menindak lanjuti Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengesahan Perjanjian Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Republik Indonesia dan Republik Sosialis Vietnam. Komisi I DPR hari ini, Selasa (7/4/2015), rapat kerja (Raker) dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) untuk meminta padangan setiap Anggota Fraksi di Komisi I DPR.

Anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra Rachel Maryam Sayidina yang mewakili Fraksi Gerindra membacakan surat padangan mengenai RUU tersebut.

"Atas nama ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani, kami sangat menggapresia pemerintah yang sudah melakukan kerjasama dengan Vietnam mengenai kerja sama bantuan timbal balik tindak pidana," kata Rachel.

RUU ini disusun sebagai ratifikasi dari perjanjian bantuan timbal balik dalam masalah pidana antara pemerintah Indonesia dengan Republik Sosialis Vietnam pada 27 Juni 2013 di Jakarta. Ratifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama yang erat dalam bidang penyidikan, penuntutan, dan pemidanaan termasuk penelusuran, pemblokiran, penyitaan, atau perampasan hasil tindak pidana.(al)

tag: #RUU perjanjian bilateral dengan Vietnam  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...