Opini
Oleh FX Arief Poyuono (Ketua Umum FSP BUMN Bersatu) pada hari Kamis, 09 Apr 2015 - 18:28:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Lakukan Privatisasi BUMN, Rini Ingin Jadikan Jokowi Antek Asing

83Rini Soemarno (indra).JPG
Rini Soemarno (Sumber foto : IndraKusuma/TeropongSenayan)

Pernyataan Jokowi ketika mengunjungi bursa saham yang menyatakan "sebaiknya seluruh BUMN di privatisasi" jelas pernyataan yang bertolak belakang dengan cita cita Trisakti dan Nawacita. BUMN diprivatisasi semua maka kedaulatan ekonomi dan politik ekonomi berdikari tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Perlu diketahui BUMN adalah salah satu dari kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia selain kekayaan yang ada di bumi, laut dan angkasa. Jika BUMN diprivatisasi semua maka sudah dapat dipastikan kontrol eksploitasi kekayaan negara yang menguasai hidup orang sudah tidak sepenuhnya dikendalikan Pemerintah.

Artinya, pemegang saham BUMN dipublik terutama investor asing akan ikut mengendalikan kebijakan dan roh BUMN, yang harusnya sebagai alat kontrol ekonomi nasional dan sebagai sarana untuk melakukan operasi pasar jika terjadi kenaikan harga-harga barang dan jasa yang menciptakan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

Sangat jelas pernyataan Jokowi yang ingin memprivatisasi BUMN akibat dari masukan yang menyesatkan dari Menteri BUMN dengan jebakan proposal privatisasi yang diharapkan akan memperkuat modal BUMN tetapi kepemilikan negara berkurang. Sebab, kemampuan Jokowi dan pikirannya belum nyampai tentang esensi pengolahan BUMN yang berpijak pada filsafat ekonomi Pancasila dan politik ekonomi yang berpijak cita cita kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 serta Ekonomi yang berdasarkan Pasal 33 UUD 1945.

Ekonom dunia Jhon Keynes's yang berasal dari bapaknya kapitalisme yaitu Amerika Serikat dan Inggris saja secara jelas bahwa campur tangan pemerintah dipasar sangat diperlukan yaitu dengan adanya operation market yang direalisasikan sebagai badan usaha yang dimiliki negara.

Kok aneh Indonesia yang sudah diwarisi sebuah filsafat Ekonomi yang adiluhung yaitu filsafat Ekonomi Pancasila Kok malah akan diarahkan Untuk mengobral murah BUMN-BUMN kita.

Ini dipastikan suatu jebakan oleh Menteri BUMN yang ingin menjerumuskan Jokowi menjadi antek asing.

Sudah benar pidato Megawati di kongres PDIP yang mengingatkan Jokowi untuk berhati-hati dengan para penumpang gelap pemilik modal dan antek-anteknya di kabinet Jokowi yang akan menghalangi ideolgi Partai PDI Perjuangan yaitu Pancasila 1 juni diaplikasikan dalam sistim ekonomi yang harus menjiwai Pemerintahan Jokowi.

Karena itu, privatisasi BUMN harus ditolak oleh semua stake holder BUMN sebab masih banyak cara untuk menjadikan BUMN dikelola lebih professional asal penempatan direksi dan komisaris dilakukan secara benar-benar menganut good governance, bukan seperti sekarang yang ngawur menempatkan orang-orang di BUMN yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga mudah dibodoh-bodohi Menteri BUMN.

Jika Jokowi ingin tetap komitmen dan konsisten dengan sistim ekonomi yang berideologi Trisakti dan Nawacita maka sebaiknya copot Rini Soemarno dari pada akhirnya menjadi musuh bersama rakyat.(yn)

TeropongRakyat adalah media warga. Setiap opini/berita di TeropongRakyat menjadi tanggung jawab Penulis.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #menteri bumn  #rini soemarno  #privatisasi bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Selalu Ada Harapan

Oleh Swary Utami Dewi
pada hari Minggu, 28 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tadi malam, aku tersenyum bercampur nyengir melihat video singkat yang menayangkan perkataan beberapa kawan, yang (katanya) mau memajukan peradaban. Tapi keinginan ini ...
Opini

Warung Madura dan Pembangunan Entrepreneurship di Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Warung Madura di Bali diminta untuk tutup pada malam hari. Berita ini menjadi topik hangat belakangan ini. Merujuk pemberitaan media, di Klungkung alasannya adalah keluhan ...